Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
22 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
14 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
3
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
21 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
22 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
15 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
6
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
23 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Limapuluh Kota dan Payakumbuh Diterjang Badai, Banyak Pohon Tumbang, Puluhan Bangunan Rusak

Limapuluh Kota dan Payakumbuh Diterjang Badai, Banyak Pohon Tumbang, Puluhan Bangunan Rusak
Pohon beringin tumbang akibat hujan deras disertai badai yang melanda Kota Payakumbuh, Minggu 10 November 2019. (Foto: Tagar.id/Aking Romi Yunanda)
Senin, 11 November 2019 10:07 WIB
PAYAKUMBUH- Hujan deras disertai badai menerjang sejumlah kawasan di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (10/11/2019).
 

Dikutip dari Tagar.id, empat nagari (desa) di Kabupaten Limapuluh Kota dilanda bencana badai dan angin puting beliung. Masing-masing Nagari Andaleh, Sungai Kamuyang dan Mungo di Kecamatan Luak, serta Nagari Taram di Kecamatan Harau.

Kerugian belum bisa ditaksir karena kami masih melakukan pendataan.

Angin kencang ini terjadi sesaat setelah kawasan tersebut dilanda hujan deras. Akibatnya, 30 unit bangunan warga dilaporkan mengalami kerusakan beragam. Hingga Minggu 10 November 2019 malam, listrik di kawasan tersebut juga belum menyala.

"Personil BPBD bersama Damkar sudah turun ke lokasi. Data sementara korban jiwa nihil dan yang terdata baru korban materil," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol.

Selain rumah, 30 unit bangunan rusak tersebut termasuk kandang ternak masyarakat. Rata-rata bangunan rusak akibat tertimpa pohon dan disapu angin kencang.

"Kerugian belum bisa ditaksir karena kami masih melakukan pendataan," katanya.

Selain di Limapuluh Kota, hujan badai juga melanda empat kelurahan di Kota Payakumbuh. Tujuh titik ruas jalan dilaporkan sempat tidak bisa dilalui akibat pohon tumbang.

Masing-masing daerah yang terdampak di Kota Payakumbuh antara lain, Bukit Sitabua, Pakan Selasa, Sicincin, Padang Tangah, Padang Leba dan ruas Jalan Pahlawan di Kecamatan Payakumbuh Timur.

Tidak hanya rumah warga, sejumlah pohon pelindung di tujuh ruas jalan kota juga bertumbangan hingga jalan tak bisa dilewati kendaraan.

"Terparah itu ada pohon beringin di perempatan Bukit Sitabuah. Pohon itu menutup badan jalan hingga akses itu tak bisa dilalui," kata Kepala BPBD Kota Payakumbuh, Yufnani Awai.

Tim BPBD gabungan mengaku telah menyisir sejumlah titik terdampak badai untuk membersihkan material yang mengakses transportasi. Bahkan Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi dikabarkan ikut turun ke lapangan memastikan kondisi kelurahan yang terdampak bencana. ***

 

Editor:arie rh
Sumber:tagar.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww