Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Olahraga
23 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
7 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
5
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
8 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
6
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
52 menit yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Home  /  Berita  /  GoNews Group
47th Asian Schools Football Championship (ASFC) U-18

Indonesia Bantai Sri Lanka 8-0

Indonesia Bantai Sri Lanka 8-0
Senin, 18 November 2019 08:45 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BALIKPAPAN - Timnas Pelajar U-18 Indonesia sukses meraih poin penuh dilaga pertama Asian Schools Football Championship (ASFC) U-18 ke-47 dengan menggasak Sri Lanka melalui skor 8-0 ketika berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (17/11/2019) malam.

Kran gol Indonesia dibuka oleh Muhammad Salman Alfarid, melalui skema serangan balik yang sangat cepat, saat laga baru berjalan dua menit. Hanya memerlukan satu menit, skuat asuhan Bambang Warsito itu mampu menggandakan keunggulan yang lahir dari kaki Athallah Ar Raihan.

Unggul dua gol, ternyata tidak membuat puas tim berjuluk Elang Muda Asia itu. Kembali, Athallah Ar Raihan, menorehkan namanya dipapan skor pada menit ke-11. Skor pun berubah menjadi 3-0 untuk Timnas Pelajar U-18 Indonesia.

Pada menit ke-17, pelanggaran yang dilakukan pemain Sri Lanka terhadap pemain Indonesia di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Komang Teguh Trisnanda yang bertindak sebagai algojo sukses menunaikan tugasnya.

Tiga menit sebelum turun minum, penonton yang memenuhi Stadion Batakan kembali bersorak, lantaran sepakan Lutfi El Hakim Saragih tidak dapat diantisipasi oleh kiper Sri Lanka, sehingga babak pertama ditutup dengan keunggulan besar 5-0 bagi Indonesia.

Diparuh kedua, Elang Muda sedikit menurunkan tempo permainan. Namun hal itu tidak mengurangi ketajaman mereka.

Lutfi mengemas gol keduanya di laga ini melalui sundulan kepala pada menit ke-50. Gol tersebut sekaligus menjadi gol terakhirnya di laga ini, lantaran semenit kemudian ia diparkir dan digantikan oleh Muhammad Supriadi.

Selain Supriadi, Indonesia juga memasukkan sejumlah pemain baru sepanjang bergulirnya babak kedua. Total sebanyak empat pemain dimasukkan pelatih Bambang setelah turun minum.

Hasilnya terlihat dengan bertambahnya keunggulan Indonesia. Salman kembali mengoyak gawang Sri Lanka pada menit ke-57.

Sulistianto menutup pesta gol Indonesia melalui golnya pada menit ke-69, dengan memanfaatkan umpan manis Supriadi dari sektor kanan pertahanan Sri Lanka.

Usai laga, Bambang Warsito mengatakan jika dirinya puas atas kinerja anak asuhnya yang mampu bermain secara kolektif untuk menggebrak pertahanan lawan hingga berbuah gol. Sekaligus, kemenangan besar ini menjadi modal penting bagi tim pelajar Indonesia untuk menghadapi Korsel pada laga keduanya yang akan berlangsung pada Selasa (19/11/2019).

"Alhamdulillah, kami bersyukur telah mendapatkan poin penuh dilaga pertama ini, terlebih dengan kemenangan besar. Saya menekankan di menit awal anak-anak bermain menekan dan membuat gol secepat mungkin, supaya mental anak-anak naik," kata Bambang Warsito.

Meski menang besar, Bambang Warsito tetap mengevaluasi timnya untuk laga-laga selanjutnya, terutama komunikasi antara lini belakang dan tengah.

"Secara waktu kami memiliki recovery lebih baik dibanding Korsel yang baru bertanding melawan China pada hari Senin, sehingga waktu itu kami buat untuk mengevaluasi tim agar lebih baik lagi," ungkapnya.

Sebelum laga berlangsung, terlebih dulu dilakukan opening ceremony dengan menyajikan tarian-tarian khas Kalimantan Timur yang dibalut dengan busana yang unik dan kaya akan seni.***


wwwwww