Pimpinan MPR Bahas Amandemen UUD Bersama DPP Permabudhi

Pimpinan MPR Bahas Amandemen UUD Bersama DPP Permabudhi
Dok. MPR RI
Rabu, 20 November 2019 21:48 WIB
JAKARTA - Perwakilan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hidayat Nur Wahid dan Arsul Sani, menyambangi Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) di Gedung UGM Samator, Jakarta, Rabu (20/11/2019) tadi.

Kunjungan ini, merupakan rangkaian kegiatan Silaturrahim Kebangsaan Pimpinan MPR RI kepada para Pimpinan Parpol, tokoh-tokoh masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Organisasi Keagamaan dan lainnya dalam rangka serap aspirasi.

Hadir dalam pertemuan dengan Permabudhi ini, Ketua Umum Permabudhi Arief Harsono dan sekitar 20 orang jajaran pimpinan serta anggota. Forum, membahas isu amandemen UUD 1945.

“Seperti diketahui, MPR periode sekarang menerima rekomendasi tentang amandemen UUD 1945 dari MPR periode lalu yang mesti kami tindaklanjuti. Diskusi dan serap aspirasi kepada masyarakat Indonesia dari berbagai elemen termasuk Permabudhi, tentang masalah tersebut, menurut kami Pimpinan MPR, sangat penting dilakukan,” kata Hidayat (HNW) usai pertemuan.

Serap aspirasi rakyat dalam membahas agenda-agenda penting bangsa, ditegaskan HNW, memang mesti ada. Sebab, MPR adalah rumah kebangsaan. MPR adalah rumahnya seluruh rakyat Indonesia.

“Kami MPR membuka pintu selebar-lebarnya untuk rakyat. Bahkan, untuk memaksimalkan sinergi antara MPR dan rakyat, kami tidak sekedar menunggu bola, tapi kami aktif menjemput bola dengan langsung mendatangi elemen-elemen masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, untuk membahas soal amandemen UUD, para Pimpinan MPR memang aktif mengunjungi tokoh bangsa, pimpinan parpol dan elemen masyarakat lainnya seperti mengunjungi Megawati Soekarnoputri, Pimpinan DPP PAN, Pimpinan DPP Nasdem, dan para Pimpinan Redaksi media massa nasional. Hasilnya, MPR menerima berbagai masukan yang sangat berharga serta berkualitas dari para tokoh tersebut.

Respon Permabudhi sendiri dalam menyikapi seputar amandemen UUD, dikatakan HNW, Permabudhi secara tegas menyampaikan bahwa amandemen UUD adalah agenda penting bangsa. Untuk itu, Permabudhi akan melihat ini secara serius dan akan melakukan pembicaraan internal secara mendalam, lalu hasilnya akan disampaikan kepada MPR dalam pertemuan selanjutnya.

Hal tersebut dikuatkan oleh pernyataan Ketua Umum Permabudhi Arief Harsono yang menyatakan, "kami betul-betul akan membuat agenda pembahasan soal amandemen menjadi bahan diskusi yang penting dengan pemikiran-pemikiran yang sangat mendalam,".

Arief yang mewakili Permabudhi dan umat Budha Indonesia dalam kesempatan itu juga menyampaikan apresiasinya kepada Pimpinan MPR, yang sudi menyambangi elemen bangsa seperti Permabudhi untuk urun rembug memberi kesempatan berperan dan memberi warna dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww