Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
18 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
19 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Kerjasama PMLI dan CILT Indonesia, Dorong Penurunan Biaya Logistik

Kerjasama PMLI dan CILT Indonesia, Dorong Penurunan Biaya Logistik
Ist.
Kamis, 21 November 2019 15:42 WIB
JAKARTA - Para pelaku industri logistik perlu mencari solusi bersama untuk menekan biaya logistik di Tanah Air. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan efisiensi operasional di semua mata rantai industri logistik.

Tantangan efisiensi biaya tersebut, dijawab PMLI dengan mengembangkan kompetensi tenaga profesional di bidang kepelabuhanan, agar kinerja tenaga kepelabuhanan semakin efisien.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT. Pedidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), Amri Yusuf, usai menandatangani Kerjasama Pengembangan Kompetensi Tenaga Profesional di Industri Logistik, dengan Chartered Institute of Logistics &Transport Indonesia (CILT Indonesia), di Bogor, Rabu (20/11/2019) kemarin.

"Efisiensi waktu, tenaga dan biaya operasional akan berujung pada turunnya biaya logistik nasional,” kata Amri.

Amri menjelaskan, CILT Indonesia merupakan lembaga internasional yang memberikan pelatihan dan sertifikasi di bidang logistik dan transportasi bagi para eksekutif yang berkecimpung di dunia logistik. Kolaborasi ini semakin relevan dengan kebutuhan saat ini, mengingat saat ini para pelaku industri logistik tengah berupaya menurunkan biaya logistik nasional.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengakui bahwa beban biaya logistik di Indonesia masih tinggi, yakni sebesar 24 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa Negara di Asia. Di Vietnam, misalnya, biaya logistik 20 persen dari PDB, sedangkan Thailand 15 persen.

Menurut Amri, Indonesia adalah salah satu pasar dengan industri logistik dan transportasi yang berkembang pesat. Salah satu pemicu pertumbuhan yang signifikan terletak pada pertumbuhan yang cepat di bisnis e-commerce.

“Kondisi ini sebenarnya bisa menjadi peluang. Penyedia layanan logistik (LSP) perlu bergerak maju untuk mencari model bisnis baru yang se makin kompetitif dan menguntungkan,” katanya.

Dia mengatakan, PMLI mencermati tren logistik ini, oleh karena PMLI berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas, khususnya di sektor kepelabuhanan agar operasional di pelabuhan sebagai salah satu mata rantai logistik semakin kompetitif, efektif dan efisien.

Selama lima tahun terakhir, Indonesia telah banyak berinvestasi dalam infrastruktur yang dirancang untuk menurunkan biaya logistik yang relatif tinggi yang menghambat bisnis di negara kepulauan yang luas di 17.000 pulau. Program Jalan Tol Laut pemerintah, misalnya, berangkat untuk memperbaiki infrastruktur kelautan Indonesia yang sudah menua dan tidak efisien, termasuk pembangunan hingga 35 pelabuhan baru.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Ekonomi, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww