Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
19 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
7 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
18 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
20 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Usai Pertemuan dengan Menko PMK, GMKI Berharap Ada Terobosan soal BPJS Kesehatan

Usai Pertemuan dengan Menko PMK, GMKI Berharap Ada Terobosan soal BPJS Kesehatan
Foto: Dok. GMKI
Kamis, 21 November 2019 15:51 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berharap ada terobosan kebijakan kesehatan agar pelayanan kesehatan dan tarif iuran BPJS Kesehatan tak menyulitkan rakyat kecil.

"Kesehatan itu kan bagian dari kebutuhan dasar manusia," kata Ketua PP GMKI, Korneles Galanjinjinay kepada GoNews Grup, Kamis (21/11/2019).

Persoalannya BPJS Kesehatan ini, kata Korneles, juga tak hanya soal tarif, teknis pelayanan kesehatan kepada peserta juga mesti diperbaiki. Katanya, "jangan lagi ada rakyat kita yang peserta BPJS di oper-oper oleh penyedia jasa layanan kesehatan, atau ada misalnya saling lempar tanggungjawab,".

"Ada juga masalah di sistem kelas, misalnya. Ada orang mampu tapi terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan di kelas yang III, misalnya," kata Korneles.

Koreneles mengaku, GMKI membaca kecenderungan positif dalam pembenahan layanan kesehatan masyarakat ke depan, dimana Menteri Kesehatan saat ini dijabat oleh Dr. Terawan. Terlebih, Menko Pembangunan Manusia dan kebudayaan (PMK) yang berada diatas Kemenkes dalam garis koordinasi, kini dijabat oleh Muhadjir Effendy.

"Kemarin kami ketemu, dan sebelumnya saat beliau masih di Kemendikbud, kami juga sering ketemu. Pak Menko saya lihat ada keseriusan soal ini," kata Korneles, menyinggung pertemuan GMKI dengan Menko PMK pada Selasa (19/11/2019) lalu.

Di bawah koordinasi Muhadjir, diharapkan ada terobosan kebijakan yang tak membebani rakyat kecil dalam hak atas kesehatan. "Jadi, kebijakan nanti, sudah mengakomodir setiap kementerian/lembaga terkait. Toh soal BPJS Kesehatan bukan hanya domain Kemenkes, ada kementerian lain di situ dan PMK sebagai yang mengkoordinasi,".

Mengutip, rilis GMKI pasca pertemuan dengan Menko PMK, Selasa lalu itu, Muhadjir Effendi menyatakan, “dulu kita (Muhadjir dan GMKI, red) sering jumpa saat saya menjabat sebagai Mendikbud, tetapi tidak bisa berbuat banyak untuk menjawab masukan-masukan dari GMKI karena itu diatur kementrian yang lain,".

"Kita bersykur diberikan kesempatan di kemenko PMK untuk bisa berbuat lebih banyak lagi. Sejak saya ditunjuk sebagai menko PMK, saya tegas mengatakan berkomitmen dan bertanggungjawab memenuhi kebutuhan dasar bangsa," ujar Muhadjir.***

wwwwww