Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
23 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
2
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
4 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
13 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
11 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
5
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
11 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
6
Soal Kalung Corona, Waka DPD Minta Kementan Fokus Urusi Ketahanan Pangan
Politik
10 jam yang lalu
Soal Kalung Corona, Waka DPD Minta Kementan Fokus Urusi Ketahanan Pangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mardani Apresiasi Indonesia Tolak Pernyataan AS Dukung Pemukiman Ilegal Yahudi Israel

Mardani Apresiasi Indonesia Tolak Pernyataan AS Dukung Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
Kamis, 21 November 2019 15:09 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang menolak pernyataan Amerika Serikat (AS) yang mendukung hak Isreal membangun pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Penolakan Indonesia atas 'pendudukan' wilayah Palestina yang diduduki Israel itu, disampaikan oleh Wakil Presiden RI, Abah Ma’ruf Amin, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi.

"Saya mengapresiasi Kyai Ma’ruf dan Ibu Menlu yang menolak pernyataan AS karena mendukung Yahudi Israel yang terus membangun pemukiman ilegal di wilayah Palestina. Kecaman ini datang tidak dari Indonesia saja tapi Uni Eropa juga,” kata Mardani, Rabu (20/11/2019).

Ketua DPP PKS ini juga mengecam sikap AS yang semakin memperkeruh konflik di wilayah timur tengah antara Palestina-Israel, dimana “semenjak tahun 2016, Presiden Trump semakin nampak tidak pernah menginginkan penyelesaian konflik Palestina-Israel padahal sudah ada resolusi PBB tentang two state solution yang telah di sepakati,”.

Legislator asal Dapil Jakarta Timur mengungkapkan sikap Trump itu diperlihatkan jelas ketika tahun 2018 lalu AS dengan sengaja membuka secara resmi kedutaan besar negara AS untuk Israel di Yerusalem (14/5/2018) dan kini malah mendukung Israel terus membangun pemukimannya di wilayah Tepi Barat Palestina.

"AS selalu konsisten untuk tidak konsisten dalam kebijakan luar negerinya, terutama yang terkait masalah konflik timur tengah seperti antara Palestina-Israel padahal jelas melanggar hukum internasional," lanjut Mardani.

Mardani mengajak untuk seluruh senator dan parlemen di dunia untuk mengecam sikap AS yang terus meretakkan solusi damai Palestina-Israel yang terus digagas selama ini. Kata dia, “saya mengajak seluruh Parlemen di dunia untuk peduli masalah penjajahan di tanah Palestina oleh Israel yang di dukung oleh AS. Pemerintah AS tidak konsisten dan membuat ‘fractured’ solusi damai antar keduanya,”.

Data Mardani, hampir 600 ribu warga Israel tinggal di permukiman Tepi Barat yang dibangun Israel setelah mengambil alih wilayah itu dalam Perang Enam Hari pada 1967. Kawasan itu juga merupakan rumah bagi hampir 3 juta warga Palestina yang hidup di bawah kendali pasukan keamanan Israel, menurut Biro Pusat Statistik Otoritas Palestina. Hampir 2 juta lebih warga Palestina tinggal di Gaza jalur sepanjang 25 mil yang dikelola oleh kelompok militan Hamas dan dikenai blokade Israel-Mesir selama 12 tahun.***


wwwwww