Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
21 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
15 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
18 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
19 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Pengeroyokan Suporter di Malaysia, Kemenpora Sayangkan Sikap PSSI

Soal Pengeroyokan Suporter di Malaysia, Kemenpora Sayangkan Sikap PSSI
Kamis, 21 November 2019 22:48 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) geram dengan adanya insiden pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa oknum pemuda Malaysia kepada suporter Indonesia di Malaysia.

Setelah viralnya video pengeroyokan di media sosial, Kemenpora melalui Sesmenpora Gatot Dewa Broto langsung menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (KBRI KL), untuk memastikan adanya insiden tersebut.

"Berdasarkan informasi dari Mas Yusron Ambardi (Kepala Fungsi Konsuler KBRI KL), memang betul ada insiden pemukulan terhadap suporter WNI dan direbut pasportnya tetapi sehari sebelum pertandingan," kata Gatot di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

"Korban tersebut sudah menghubungi KBRI untuk minta perlindungan dan penerbitan surat seperti surat laksana paspor. Sayangnya, sehari kemudian dihubungi KBRI, mungkin sudah kembali ke Indonesia. Tujuan KBRI untuk proses lanjut bagi perlindungan," sambungnya.

Gatot juga menjelaskan, berdasarkan data yang diberikan oleh KBRI KL, terkait adanya kabar suporter yang meninggal karena ditusuk di Malaysia itu hoaks. "Isu adanya suporter yang meninggal karena ditusuk, itu tidak benar. Demikian pula ada isu tiga orang WNI yang ditangkap, itu semata-mata ditangkap karena hoax info terorisme dan itu ditangkap berdasarkan ISA," jelasnya.

Selain itu, Gatot juga menyayangkan lambatnya informasi yang diberikan oleh PSSI ke Kemenpora terkait adanya insiden tersebut.

"Kemenpora tetap menyesalkan insiden tersebut dan sayangnya PSSI tidak infokan ke Kemenpora kecuali setelah insiden jadi rame di media. Kemenpora terima kasih pada KBRI KL yang sudah support memberikan info sangat lengkap," pungkasnya. ***

wwwwww