Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
20 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
19 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
21 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Banjir di Solok Selatan, Akses Jalan Tertutup dan 924 Rumah Terendam

Banjir di Solok Selatan, Akses Jalan Tertutup dan 924 Rumah Terendam
Jum'at, 22 November 2019 23:40 WIB
PADANG - Setelah Kabupaten Agam, banjir bandang kini menerjang wilayah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Akibatnya, jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Solok Selatan menuju Padang ditutup total malam ini.

Kabag Humas Pemda Kabupaten Solok Selatan Firdaus Firman mengatakan lokasi bencana berada di Jorong Liki, Nagari Lubuk Gadang Selatan. Ketinggian air mencapai 1 meter.

"Jalan ditutup akibat banjir. Ketinggiannya sepinggang orang dewasa dan sangat deras," kata Firdaus kepada detikcom, Jumat (22/11/2019) malam.

Selain di Liki, banjir menerjang 7 nagari yang ada di 2 kecamatan. Sebanyak 924 rumah terendam dan 2.959 jiwa terdampak. Dua kecamatan tersebut adalah Sungai Pagu dan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD).

Baca juga: Pemkab Agam Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Bandang 15 Hari

Dia mengatakan tim BPBD sudah dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga terdampak, sekaligus melakukan pendataan yang lebih lengkap.

"Warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan, karena cuaca yang kurang bagus. Hingga malam ini masih hujan lebat," kata dia.

Sebelumnya, banjar bandang terjadi di Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pemerintah daerah menetapkan masa tanggap darurat banjir bandang dan longsor selama 15 hari.

"Semula rencana hanya tiga hari. Namun, melihat banyaknya yang perlu diperbaiki, termasuk memperbaiki aliran sungai serta pembersihan material longsor, akhirnya kita tetapkan selama 15 hari," kata Bupati Agam Indra Catri kepada detikcom di lokasi bencana, Jumat (22/11).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Olympic, Voli, Sumatera Barat
wwwwww