Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
12 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
15 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
10 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Menhub: Cerai Garuda-Sriwijaya Air Bikin Harga Tiket Membaik

Menhub: Cerai Garuda-Sriwijaya Air Bikin Harga Tiket Membaik
Ilustrasi. (Net)
Senin, 25 November 2019 14:41 WIB
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung pemisahan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dengan Sriwijaya Air Group. Menurutnya, hal ini akan berdampak positif dan membuat persaingan harga tiket semakin baik.

"Bahwa pemisahan Garuda-Sriwijaya lebih positif. Artinya terjadi persaingan harga (tiket) yang baik," ujar Budi Karya di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Jakarta, Senin (25/11).

Selain persaingan harga, Budi Karya menuturkan, pemisahan Garuda dan Sriwijaya dapat memudahkan penyelesaian masalah. Sehingga pemerintah bisa lebih jelas untuk memisahkan masalah yang ada.

"Kita bisa melupakan pemilahan masalah dengan jelas. Katakan kalau Sriwijaya ada masalah, maka Sriwijaya kita periksa, tidak berkait Garuda," jelasnya.

Sebagai catatan, Sriwijaya Air memutuskan untuk menghentikan Kerja Sama Manajemen (KSM) dengan Garuda Indonesia. Kuasa hukum yang juga shareholder Sriwijaya Air Group, Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan alasan Sriwijaya dicerai oleh Garuda.

Salah satunya mengenai ketidakjelasan perjanjian yang disepakati antara kedua perusahaan maskapai penerbangan tersebut.

Yusril menganggap campur tangan Garuda di Sriwijaya Air terlalu mendominasi. Misalnya terkait dengan operasional perusahaan hingga urusan perawatan pesawat. Mekanisme Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan manajemen Garuda justru bikin ongkos operasional Sriwijaya tidak efisien dan utang pun makin bengkak.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kumparan.com
Kategori:Badminton, Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta
wwwwww