Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
22 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
24 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
24 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
Erick Thohir, Presiden dan Ketua Satgas Covid-19 akan Tinjau Penyuntikan Vaksin Esok
Kesehatan
24 jam yang lalu
Erick Thohir, Presiden dan Ketua Satgas Covid-19 akan Tinjau Penyuntikan Vaksin Esok
5
Pandemi Covid 19, Persib Bandung Latihan Tertutup
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pandemi Covid 19, Persib Bandung Latihan Tertutup
6
Pemain Persipura Tetap Jalani Virtual Trainning
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pemain Persipura Tetap Jalani Virtual Trainning
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Menhub: Cerai Garuda-Sriwijaya Air Bikin Harga Tiket Membaik

Menhub: Cerai Garuda-Sriwijaya Air Bikin Harga Tiket Membaik
Ilustrasi. (Net)
Senin, 25 November 2019 14:41 WIB
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung pemisahan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dengan Sriwijaya Air Group. Menurutnya, hal ini akan berdampak positif dan membuat persaingan harga tiket semakin baik.

"Bahwa pemisahan Garuda-Sriwijaya lebih positif. Artinya terjadi persaingan harga (tiket) yang baik," ujar Budi Karya di Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Jakarta, Senin (25/11).

Selain persaingan harga, Budi Karya menuturkan, pemisahan Garuda dan Sriwijaya dapat memudahkan penyelesaian masalah. Sehingga pemerintah bisa lebih jelas untuk memisahkan masalah yang ada.

"Kita bisa melupakan pemilahan masalah dengan jelas. Katakan kalau Sriwijaya ada masalah, maka Sriwijaya kita periksa, tidak berkait Garuda," jelasnya.

Sebagai catatan, Sriwijaya Air memutuskan untuk menghentikan Kerja Sama Manajemen (KSM) dengan Garuda Indonesia. Kuasa hukum yang juga shareholder Sriwijaya Air Group, Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan alasan Sriwijaya dicerai oleh Garuda.

Salah satunya mengenai ketidakjelasan perjanjian yang disepakati antara kedua perusahaan maskapai penerbangan tersebut.

Yusril menganggap campur tangan Garuda di Sriwijaya Air terlalu mendominasi. Misalnya terkait dengan operasional perusahaan hingga urusan perawatan pesawat. Mekanisme Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan manajemen Garuda justru bikin ongkos operasional Sriwijaya tidak efisien dan utang pun makin bengkak.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kumparan.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww