Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
22 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
22 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
21 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
21 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
21 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
22 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Polsek Limapuluh Tetap Proses Guru SMP di Pekanbaru yang Tampar Siswa

Polsek Limapuluh Tetap Proses Guru SMP di Pekanbaru yang Tampar Siswa
Kapolsek Limapuluh AKP Sanny Handityo
Rabu, 27 November 2019 21:17 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Tindak kekerasan yang dialami oleh salah satu siswa SMPN di Jalan DR Sutomo, Kecamatan Limapuluh, kota Pekanbaru yang diduga ditampar oleh guru, saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Kapolsek Limapuluh AKP Sanny Handityo mengungkapkan pihaknya telah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keteranga.

"Kita sudah memeriksa saksi-saksi dari pihak guru dan dari muridnya juga, dari orangtuanya," kata Sanny di Pekanbaru, Rabu (27/11/2019).

Selain melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi, pihaknya juga memanggil saksi ahli, untuk menyatakan apakah ini tindak pidana atau bukan. 

"Untuk hasil visum tidak ditemukan luka-luka atau memar, dan kita juga memanggil saksi ahli kejiwaan karena itu dari orangtua menyatakan anaknya ketakutan kalau sekolah melihat guru itu," ungkapnya.

Sanny mengungkapkan saat ini pihaknya sudah mengupayakan perdamaian kedua belah pihak, dan jika tidak ada itikad baik dari pihak orangtua untuk berdamai, maka perkara akan dilanjutkan.

"Dari gurunya sudah meminta maaf, tapi sampai sekarang orangtuanya masih belum menerima. Jadi masih kita proses. Nanti kita upayakan lagi apakah mereka mau berdamai. Kalau tidak ya sudah, perkara kita lanjutkan," pungkasnya. ***


wwwwww