Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
9 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
12 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Selamatkan Bayi Hanyut, Pemuda Solok Selatan Dihadiahi SIM dari Kapolres

Selamatkan Bayi Hanyut, Pemuda Solok Selatan Dihadiahi SIM dari Kapolres
Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto memberikan penghargaan serta SIM kepada Wahyu, pemuda yang selamat balita hanyut saat banjir. (foto: Irwanda/Langkan.id)
Sabtu, 14 Desember 2019 22:38 WIB
SOLOK SELATAN - Wahyu Darmawan Taufik nekat terjun ke aliran sungai untuk menyelamatkan seorang balita yang terseret arus banjir yang melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Aksi nekat pemuda 21 tahun ini pun menuai pujian dari berbagai kalangan.

Dikutip dari Langkan.id, aksi heroik Wahyu juga mendapat apresiasi dari Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto. Imam langsung menemui Wahyu di kediamannya di Jorong Durian Capang Tigo, Nagari Alam Pauh Duo Kecamatan Pauh Duo, Sabtu (14/12/2019).

Wahyu tak menyangka, ia akan didatangi Kapolres hanya karena terjun di aliran sungai yang deras tersebut. Padahal, aksinya murni spontanitas karena tidak tega melihat balita malang itu.

Menurut Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto, apa yang dilakukan Wahyu memang patut diapresiasi. Tak semua orang memiliki jiwa penolong dan rasa kepedulian pada sesama, ini yang perlu dicontoh.

"Aksi penyelamatan Wahyu sangat patut dicontoh oleh masyarakat. Karena tidak semua orang mempunyai jiwa penolong dan berani untuk menyelamatkan nyawa seseorang di air sungai yang cukup deras," kata Imam seperti dilansir Langkan.id.

Karena aksi nekatnya itu, kaki kanan Wahyu keseleo hingga bengkak lantaran ia lompat persis di bebatuan. Meskipun demikian, baginya menyelamatkan korban yang lebih penting.

"Walaupun nyawa balita ini tidak berhasil diselamatkan, tapi apa yang dilakukan Wahyu perlu kita apresiasi. Saya terima kasih karena telah membantu sebagian tugas anggota Polri sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat," kata Imam.

Imam kemudian memberikan penghargaan kepada Wahyu yang disaksikan seluruh keluarga besarnya. Kapolres juga menyerahkan Surat Izin Mengemudi (SIM) kepada Wahyu secara cuma-cuma.

"Karena Wahyu belum mempunyai SIM C, maka saya kasih. Saya sangat apresiasi sebesar-besarnya dengan jiwa penolong yang dimiliki Wahyu," tuturnya.

Seperti diketahui, balita tersebut merupakan buah hati pasangan suami istri bernama Didik Irwan dan Nia yang tak lain juga rekan Wahyu. Saat kejadian, pemuda ini sedang bekerja di bengkelnya.

"Saya diteriaki ada orang hanyut, ternyata anak Irwan. Saya kejar dan tinggalkan pekerjaan. Persis aliran sungai di belakang lokasi bengkel tempat saya kerja," kata Wahyu.

Ia kemudian menuju ke tepian aliran sungai. Kala itu, ia melihat sendal korban, namun belum menemukan tubuh korban yang terseret arus. Hingga akhirnya, korban terlihat dengan mengunakan kaos warna merah.

"Saya putuskan untuk terjun ke sungai, namun korban tidak dapat saya raih, korban kembali hilang lagi. Saya lari ke atas kembali mencari, ketemu dan lompat akhirnya korban dapat saya peluk," ujarnya.

"Saat berhasil dievakuasi, Aldi masih bernapas. Di rumah sakit langsung ditangani dokter dengan memberikan oksigen. Tapi sampai 20 menit, korban dinyatakan meninggal dunia," tuturnya. (lkn)

Editor:arie rh
Sumber:Langkan.id
Kategori:Badminton, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww