Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Internasional
11 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
2
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
Ekonomi
11 jam yang lalu
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
3
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
3 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
4
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
3 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
5
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
Nasional
24 jam yang lalu
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
6
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
3 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bacalon Walikota Tanjungbalai Ini Ingin Momen Natal jadi Pemersatu Bangsa

Bacalon Walikota Tanjungbalai Ini Ingin Momen Natal jadi Pemersatu Bangsa
Minggu, 15 Desember 2019 02:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
TANJUNGBALAI - Momen perayaan Natal 2019, harus dijadikan perekat dan pemersatu bangsa.

Harapan itu, disampaikan bakal calon (Balon) Walikota Tanjung Balai, Sumatera Utara, Erwin Syahfutra Siregar saat berbicara di depan umat nasrani dalam perayaan Natal di Gereja Pentakosta Tanjung balai, Sabtu (14/12/2019).

"Indonesia adalah negara yang memiliki Pancasila. Dan Indonesia menjamin adanya keragaman, pluralisme dan kebhinekaan. Semua warga negara memiliki hak yang sama," tegas Erwin.

Menurut Erwin, tidak ada satu orang pun yang boleh mendapat perlakukan istimewa dan tidak satupun tidak boleh ada yang menerima perlakuan diskriminasi.

Begitu juga dalam hal memililih dan dipilih, kata Erwin, semua orang juga memiliki hak yang sama. Dan ini sudah dibuktikan di beberapa daerah di Indonesia. "Perbedaan bukan lagi masalah. Di NTT, yang mayoritas katolik, Ketua DPRD-nya muslim. Di Sulawesi yang 93 mayoritas muslim, kepala daerahnya non-muslim. Jadi semua sama kedudukannya," tegas Erwin.

Erwin, juga menyadari, bangsa ini cukup majemuk dengan terdiri dari berbagai suku, ras, serta agama. "Dan itu bukanlah halangan bagi kita untuk beragama maupun beribadah, tetapi kemajemukan yang ada merupakan kekuatan bagi bangsa kita. Dan ini merupakan seni terindah dalam mencapai keadilan dan kemakmuran khususnya di Kota Tanjungbalai," tegasnya.

Momen Natal kata Erwin, diharapkan bisa mewujudkan kerukunan umat yang berbeda suku, ras, dan agama supaya tercapai tujuan amanah undang-undang dasar 1945 sesuai pasal 29 dalam menganut agama dan kepercayaan masing-masing serta mengatur soal kebebasan beribadah.

"Saya menyambut baik perayaan Natal ini, sebagaimana tertuang dalam 5 (Lima) sila Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, persatuan di dalam perbedaan merupakan nilai yang sangat penting bagi masa depan Indonesia, khususnya di Kota Tanjungbalai,".

"Kita semua harus saling hormat-menghormati dan saling menghargai kebebasan beragama sehingga rasa nasionalisme kita semakin meningkat, dan kedamaian serta kesejahteraan bisa terwujud,".

Jika kondisi kota dan negara harmonis, rukun dan sejahtera kata Erwin, maka dengan sendirinya pembangunan akan semakin meningkat.

"Pada intinya, jangan terlalu cepat percaya terhadap isu-isu yang beredar dikalangan masyarakat dan media sosial sehingga nantinya persatuan persaudaraan antar umat, suku, ras dan agama terpecah belah," tandasnya.

Terakhir, dia berharap, agar perayaan Natal bisa mendatangkan kedamaian, sukacita. "Mari bersama menciptakan dan mewujudkan Kota Tanjungbalai ke arah yang lebih baik lagi, kita harus mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah-daerah lain," pungkasnya.***


wwwwww