Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Banjir di Jakarta, Pindah Ibu Kota jadi Obatnya

Banjir di Jakarta, Pindah Ibu Kota jadi Obatnya
Tangkapan layar video istimewa saat banjir menggenangi ruas jalan depan Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (17/12/2019).
Rabu, 18 Desember 2019 14:12 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menilai, urusan banjir di Jakarta sulit diatasi jika tidak pindah ibu kota. Pasalnya, Jakarta saat ini, masih menjadi sentral penumpukan penduduk dan aktivitas ekonomi nasional.

"Kalau tidak pindah ibu kota ya memang tetap akan sulit karena semua orang ingin meniti karir di jakarta. Bisnis di jakarta semua mikir di seluruh Tanah Air ke Jakarta semua atau Jawa," kata Jokowi dalam dialog bersama wartawan di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu, 18 Desember 2019.

Saat ini, kata Jokowi, 56 persen dari total penduduk Indonesia berada di Jawa, khususnya Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, PDB ekonomi Indonesia juga 58 persen ada di Jawa, khususnya di Jakarta.

Meski menilai pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan sebagai salah satu solusi penanganan banjir di Jakarta, Jokowi mengaku pemerintah saat ini sedang menyelesaikan pembangunan waduk di kawasan Bogor, yaitu Sukamahi dan Ciawii.

Jika waduk sudah selesai dibangun maka bisa mengendalikan banjir di Jakarta. Namun, kata Jokowi, program pengendalian banjir itu juga harus diiringi dengan pembersihan saluran air di Jakarta. Selain itu juga harus didukung dengan program pelebaran Sungai Ciliwung yang menyempit di Jakarta.

"Manajemen pengelolaan pintu air termasuk pengerukan waduk-waduk di Jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, banjir terjadi di beberapa titik di Ibu Kota Negara, Jakarta, pada Selasa (17/12/2019). Ada 19 titik banjir yang tersebar di Jakarta, tertinggi 35 centimeter.***

wwwwww