Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
22 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
2
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
3 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
12 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
10 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
5
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
6
Soal Kalung Corona, Waka DPD Minta Kementan Fokus Urusi Ketahanan Pangan
Politik
9 jam yang lalu
Soal Kalung Corona, Waka DPD Minta Kementan Fokus Urusi Ketahanan Pangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Begini Bagi-Bagi Proyek Ibu Kota Baru, Kata Jokowi

Begini Bagi-Bagi Proyek Ibu Kota Baru, Kata Jokowi
Presiden Jokowi bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju saat meninjau lokasi rencana Ibu Kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim. (Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Rabu, 18 Desember 2019 13:25 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, pemerintah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pihak swasta untuk menggarap proyek di ibu kota baru karena agenda besar itu tak bisa mengandalkan dana dari APBN saja.

Pemerintah berharap, ada trust dari pihak swasta pada agenda besar pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan.

"Kalau pikirannya negatif tok, ya repot. Bagi proyek, ya harus dibagi. Masa kita kerjain sendiri? APBN habis lah (kalau ditanggung semua oleh negara). Artinya keterlibatan di luar pemerintah itu sangat diperlukan," kata Jokowi di Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2019).

Langkah ini, ia menegaskan, sebagai alternatif untuk mengamankan APBN. Kata Jokowi, "kita ingin mencari sumber pendanaan yang semua negara melakukan. Tidak memberi beban ke negara tapi barang jadi bisa lewat PBB, KPBU, bisa lewat investasi swasta, kan banyak,".

Keterlibatan pihak swasta dicontohkan Jokowi seperti pengadaan transportasi di ibu kota baru yang menggunakan energi nonfosil ramah lingkungan. Sehingga, mendukung aspek kemajuan di wilayah tersebut.

"Misalnya ada yang ingin menawarkan, 'Pak, transportasi kami bukan dengan energi fosil tapi nonfosil'. Bagus, saya tanya berapa biayanya. Oh hitungannya masih (perlu dipertimbangkan, Red), silakan kontestasi saja lah!" pungkasnya.***


wwwwww