Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Begini Bagi-Bagi Proyek Ibu Kota Baru, Kata Jokowi

Begini Bagi-Bagi Proyek Ibu Kota Baru, Kata Jokowi
Presiden Jokowi bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju saat meninjau lokasi rencana Ibu Kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim. (Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Rabu, 18 Desember 2019 13:25 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, pemerintah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pihak swasta untuk menggarap proyek di ibu kota baru karena agenda besar itu tak bisa mengandalkan dana dari APBN saja.

Pemerintah berharap, ada trust dari pihak swasta pada agenda besar pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan.

"Kalau pikirannya negatif tok, ya repot. Bagi proyek, ya harus dibagi. Masa kita kerjain sendiri? APBN habis lah (kalau ditanggung semua oleh negara). Artinya keterlibatan di luar pemerintah itu sangat diperlukan," kata Jokowi di Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2019).

Langkah ini, ia menegaskan, sebagai alternatif untuk mengamankan APBN. Kata Jokowi, "kita ingin mencari sumber pendanaan yang semua negara melakukan. Tidak memberi beban ke negara tapi barang jadi bisa lewat PBB, KPBU, bisa lewat investasi swasta, kan banyak,".

Keterlibatan pihak swasta dicontohkan Jokowi seperti pengadaan transportasi di ibu kota baru yang menggunakan energi nonfosil ramah lingkungan. Sehingga, mendukung aspek kemajuan di wilayah tersebut.

"Misalnya ada yang ingin menawarkan, 'Pak, transportasi kami bukan dengan energi fosil tapi nonfosil'. Bagus, saya tanya berapa biayanya. Oh hitungannya masih (perlu dipertimbangkan, Red), silakan kontestasi saja lah!" pungkasnya.***

wwwwww