Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Internasional
12 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
2
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
Ekonomi
12 jam yang lalu
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
3
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
4 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
4
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
3 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
5
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
4 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
6
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
3 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mau Selamatkan Teman, Romi Tewas Terseret Air Bah Bendungan Kapalo Banda

Mau Selamatkan Teman, Romi Tewas Terseret Air Bah Bendungan Kapalo Banda
Warga menyaksikan petugas BPBD melakukan pencarian korban. (foto: harianhaluan.com)
Rabu, 18 Desember 2019 12:09 WIB

PASBAR - Bendungan Kapalo Banda, Sungai Batang Ampu di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar) makan korban, Selasa (17/12/2019) sore.

 

Seorang pemuda hanyut terbawa arus dan ditemukan tidak bernyawa oleh tim SAR sekitar 350 meter dari lokasi awal korban terseret arus sungai. Pemuda malang itu, Romi Suranto (20) merupakan warga Jorong Jambak Jalur VII, Kecamatan Pasaman.

Dikutip dari harianhaluan.com, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasbar, Decky H Saputra SH mengatakan, kejadian berawal saat korban bersama belasan rekannya asyik berenang, tiba-tiba dari hulu sungai, tanpa mereka sadari datang air bah.

"Ketika mereka berupaya menyelamatkan diri masing-masing, korban ini melihat rekannya yang bernama Bayu (18) terbawa derasnya arus sungai dan dengan spontan ia langsung melompat kembali untuk menyelamatkan rekannya tadi, namun Tuhan berkehendak lain," jelasnya.

Awalnya korban bersama belasan rekannya ini mandi-mandi sekira pukul 15.00 WIB. Tidak berselang lama, air sungai pun tiba-tiba membesar dan menghayutkan salah seorang rekannya yang bernama Bayu. Berniat hendak menyelamatkan rekannya, namun malah menghayutkannya dan ia ditemukan tewas dengan posisi tertelungkup.

"Kemungkinan kelelehan, lalu tenggelam, hingga ia ditemukan tim SAR dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan terhadap rekannya yang bernama Bayu (18) saat ini masih dalam keadaan kritis di RSUD Jambak," terang Decky.

Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa ke kediamannya dan diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan. (h/mg-rom/hln)

 

Editor:arie rh
Sumber:harianhaluan.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww