Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
8 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
8 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
5 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
9 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
8 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
8 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tawarkan Jasa Wik...Wik.. LC Rp1,5 Juta ke Pelanggan Karaoke, Mami L Ditangkap Polisi

Tawarkan Jasa Wik...Wik.. LC Rp1,5 Juta ke Pelanggan Karaoke, Mami L Ditangkap Polisi
Kamis, 19 Desember 2019 18:00 WIB
SURABAYA - DM alias Mami L hanya bisa tertunduk saat digiring petugas kepolisian Unit V Perjudian Ditreskrimum Polda Jatim. Wanita kelahiran 36 tahun silam ini ditangkap lantaran menawarkan Purel (Ladies Escort) kepada tamu dengan cara show di dalam room De Berry Karaoke.

Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Andrias Ratulangie menyatakan, modus yang digunakan tersangka adalah menawarkan purel untuk wik... wik (berhubungan intim) kepada tamu De Berry Karaoke yang merupakan tampak sebagai karaoke keluarga.

“LC yang ditawarkan tersebut kemudian diminta untuk melayani hubungan badan sex (ML), selanjutnya disepakati harga Rp 1,5 juta dan tersangka mendapatkan upah Rp 300 ribu,” ujar Direskrimum dalam jumpa pers, Kamis (19/12/2019).

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 296 KUHP tengang mengadakan atau memudahkan cabul dengan orang lain dan 506 KUHP tentang tindak pidana mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Beritahati.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Jawa Timur

wwwwww