Hengky Kurniawan Hengkang dari Partai Demokrat

Hengky Kurniawan Hengkang dari Partai Demokrat
Jum'at, 20 Desember 2019 19:01 WIB
BANDUNG - Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengundurkan diri sebagai kader partai Demokrat. Keputusan itu ia sampaikan melalui surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal DPP Demokrat.

Dalam surat tertanggal 16 Desember 2019 itu, Hengky yang menjabat Ketua MPC Kabupaten Bandung Barat menyampaikan bahwa keputusan ia ambil tanpa paksaan dari siapapun.

"Saya menyatakan secara resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat. Pilihan ini saya ambil secara sadar dan dengan penuh pertimbangan tanpa paksaan dan intervensi dari pihak manapun," tulisnya dalam surat tersebut.

Dia menuliskan rasa terima kasih kepada pimpinan partai Demokrat dan seluruh kader yang sudah memberikan banyak kesempatan baginya berkarir di dunia politik. Ia berharap hubungan yang sudah terjaga bisa berjalan baik.

"Sekaligus saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya bila melakukan kesalahan, baik secara langsung maupun tidak langsung," pungkasnya dalam surat bertandatangannya itu.

Saat dikonfirmasi, pria yang dikenal juga sebagai aktor itu membenarkan surat pengunduran diri tersebut. Namun, ia memilih untuk tidak menjelaskan secara rinci dibalik keputusannya itu. "Betul, saya mengundurkan diri Demokrat, saya kirim ke DPP," kata dia saat dihubungi, Jumat (20/12).

Disinggung mengenai adanya konflik internal, mantan suami Christy Jusung ini menyatakan hubungannya dengan para pengurus partai tidak ada masalah.

"Masih baik, masih suka silaturahmi," tutupnya singkat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan dirinya belum mengetahui kabar terkait mundurnya Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan sebagai kader Partai Demokrat.

"Saya belum ikuti itu," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Meskipun demikian, dia mengatakan, hal semacam demikian merupakan kejadian lumrah dan terjadi di Partai Demokrat saja. Dia pun mengaku belum mengetahui surat yang dikabarkan sudah Hengky layangkan ke Demokrat.

"Lagi-lagi, seorang kader itu datang dan pergi itu sesuatu yang biasa juga di partai-partai lain juga banyak yang begitu. Kalau Hengky saya belum mengikuti itu," ungkapnya.

Menurut dia, menjadi bagian dari parpol tertentu merupakan hak politik yang dimiliki setiap orang. Hak tersebut harus dihormati, apalagi misalnya seorang kader sudah memutuskan untuk mundur.

"Ya bagi kami hak berpolitik itu kan hak individu. Kalau nyaman di partai demokrat kami berterima kasih. Kalau ada yang merasa tidak nyaman di demokrat, ya masa kami harus tahan gitu loh. Iya kan," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, Jawa Barat

wwwwww