Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
Peristiwa
11 jam yang lalu
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
2
'Papuan Lives Matter' jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
Umum
13 jam yang lalu
Papuan Lives Matter jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
3
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
DPR RI
12 jam yang lalu
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
4
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
Peristiwa
10 jam yang lalu
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
5
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
Pemerintahan
3 jam yang lalu
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
6
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
DPD RI
8 jam yang lalu
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
Home  /  Berita  /  GoNews Group

4 Orang Luka dan Asrama Polres MTB Rusak Akibat Bentrokan Oknum TNI dengan Polisi

4 Orang Luka dan Asrama Polres MTB Rusak Akibat Bentrokan Oknum TNI dengan Polisi
Ilustrasi: Ist.
Sabtu, 21 Desember 2019 12:34 WIB
JAKARTA - Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Roem Ohirat, mengungkapkan, asrama Polres MTB mengalami kerusakan karena dilempari batu oleh oknum TNI usai pihak kepolisian melerai bentrokan yang terjadi Jumat (20/12/2019) kemarin.

Bentrokan antara oknum TNI dan anggota Brimob di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku itu, juga mengakibatkan empat anggota polisi mengalami luka-luka.

“Setelah Kipan 734/SNS (oknum TNI) didorong untuk kembali ke Mako Batalyon. Saat dalam perjalanan kembali, personel melakukan pelemparan perumahan asrama Polres MTB,” kata Roem lewat keterangannya, Sabtu (21/12/2019).

Dalam insiden bentrok oknum TNI dengan Polri itu, kata Roem, “sebagian (oknum TNI) melakukan pemukulan terhadap personel Polres MTB yang saat itu sedang melakukan pengamanan TKP,".

"Namun sebagian di antara mereka mengamankan anggota Polres yang ada di TKP,” ujar Roem.

Bentrokan ini bermula saat anggota Brimob bernama Bharatu Marselinus Laikier berpatroli rutin di Jalan Satos, dan menegur oknum TNI berpakaian sipil bernama Prada Palisoa karena tak memakai helm saat berkendara.

Diduga tak terima ditegur, Prada Palisoa berkelahi dengan Bharatu Marselinus. Tidak jauh dari lokasi terdapat anggota TNI dari Kompi 734/SNS Saumlaki yang kemudian membantu Prada Palisoa, dengan mengeluarkan sangkur. Merasa terdesak, Bharatu Marselinus pun melepas tembakan peringatan.

“Bersamaan, beberapa anggota Kipan 734 SNS yang berada di TKP karena mengantar ibu-ibu Persit yang berbelanja di Satos melihat kejadian tersebut, sehingga tidak terima dan terjadi perkelahian di TKP,” ujar Roem.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Maluku, DKI Jakarta, Hukum, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww