Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
MPR RI
14 jam yang lalu
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
2
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
DPR RI
14 jam yang lalu
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
3
Transjakarta Siap Bayar Upah jika Tuntutan Memiliki Dasar yang Kuat
Ekonomi
8 jam yang lalu
Transjakarta Siap Bayar Upah jika Tuntutan Memiliki Dasar yang Kuat
4
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
DPD RI
11 jam yang lalu
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
5
Membaca 'Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya'
DPR RI
10 jam yang lalu
Membaca Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya
6
Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan
DPR RI
10 jam yang lalu
Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Wufest Taolu Championship 2019

Jurus Golok Butterfly Antarkan Gabrielle Rebut EmaS

Jurus Golok Butterfly Antarkan Gabrielle Rebut EmaS
Sabtu, 21 Desember 2019 21:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Sebenarnya, jurus golok bukan spesialisasi Gabrielle Angelique Setiawan. Namun dia mencoba bertanding di nomor Dao Shu atau golok pada ajang Festival Wushu bertajuk Wufest Taolu Chamlionship 2019 di Wisma Serba Guna Senayan, Jakarta, 20-22 Desember ini.

Hasil percobaan di jurus golok itu ternyata membuahkan hasil manis. Gabrielle sukses memeragakan beberapa jurus golok, antara lain golok butterfly yang ditampilkan dengan terbang menyerupai kupu-kupu. Gerakannya nyaris sempurna hingga dia mendapat nilai tertinggi dari Dewan Juri.

Di nomor Dao Shu B, gerakannya tak bisa ditandingi para pesaingnya. Atlet yang akrab disapa Gebi tersebut mendapatkan skor 8.47 sekaligus menyabet medali emas. Pewushu asal Harmony Wushu Indonesia, Bogor ini mengalahkan rekan seperguruan, Latasha Kirsty Wijaya yang meraih perak usai mengumpulkan 8.37 poin. Sedangkan medali perunggu disabet Kanya Fatharah Arsy asal Pengprov Wushu Jambi dengan nilai 8.31.

Gabrielle mengaku kaget ketika Dewan Juri memberikan nilai tertinggi. "Tak menyangka bisa dapat emas karena jurus golok ini bukan spesialisasi saya. Saya lebih senang dengan toya dan itu baru akan saya mainkan besok," kata Gabrielle usai laga, Sabtu (21/12).

Menurut dia, memainkan golok butuh konsentrasi tinggi, apalagi dibarengi dengan jurus kupu-kupu terbang. Untuk memperindah gerakan, atlet 13 tahun tersebut butuh latihan selama dua bulan secara intensif. "Agak susah memainkan golok, apalagi tadi saya sempat gugup saat tampil. Tapi saya bisa meredamnya dan saya bangga bisa juara 1," tutur Gebi.

Gadis kelahiran Jakarta, 3 Juni 2006 ini mengaku tak akan berpuas diri setelah mendapatkan medali emas. Dia tetap akan berlatih keras mengingat usianya yang masih muda dan cita-cita menjadi atlet hebat belum kesampaian. "Ke depan, saya berharap bisa main sampai kejuaraan internasional dan bisa membawa nama bangsa," kata putri dari pasangan Marcyana Siddidjaja dan Fransiskus Setiawan ini.

Untuk saat ini, medali emas Wufest merupakan capaian terbaiknya selama mengikuti kejuaraan. Pada Kejurnas di Bangka, Gebi harus puas menempati urutan ketujuh di Dao Shu (golok), sedangkan di nomor Gun Shu (toya) berada di peringkat kelima.

"Masih banyak kejuaraan yang akan saya ikuti ke depan, salah satunya Kejurkot di Bogor pada bulan Februari. Saya berharap prestasi saya lebih baik lagi nanti," tuturnya. ***


wwwwww