Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
18 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
10 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
11 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
11 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton
Wufest Taolu Championship 2019

Jurus Golok Butterfly Antarkan Gabrielle Rebut EmaS

Jurus Golok Butterfly Antarkan Gabrielle Rebut EmaS
Sabtu, 21 Desember 2019 21:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Sebenarnya, jurus golok bukan spesialisasi Gabrielle Angelique Setiawan. Namun dia mencoba bertanding di nomor Dao Shu atau golok pada ajang Festival Wushu bertajuk Wufest Taolu Chamlionship 2019 di Wisma Serba Guna Senayan, Jakarta, 20-22 Desember ini.

Hasil percobaan di jurus golok itu ternyata membuahkan hasil manis. Gabrielle sukses memeragakan beberapa jurus golok, antara lain golok butterfly yang ditampilkan dengan terbang menyerupai kupu-kupu. Gerakannya nyaris sempurna hingga dia mendapat nilai tertinggi dari Dewan Juri.

Di nomor Dao Shu B, gerakannya tak bisa ditandingi para pesaingnya. Atlet yang akrab disapa Gebi tersebut mendapatkan skor 8.47 sekaligus menyabet medali emas. Pewushu asal Harmony Wushu Indonesia, Bogor ini mengalahkan rekan seperguruan, Latasha Kirsty Wijaya yang meraih perak usai mengumpulkan 8.37 poin. Sedangkan medali perunggu disabet Kanya Fatharah Arsy asal Pengprov Wushu Jambi dengan nilai 8.31.

Gabrielle mengaku kaget ketika Dewan Juri memberikan nilai tertinggi. "Tak menyangka bisa dapat emas karena jurus golok ini bukan spesialisasi saya. Saya lebih senang dengan toya dan itu baru akan saya mainkan besok," kata Gabrielle usai laga, Sabtu (21/12).

Menurut dia, memainkan golok butuh konsentrasi tinggi, apalagi dibarengi dengan jurus kupu-kupu terbang. Untuk memperindah gerakan, atlet 13 tahun tersebut butuh latihan selama dua bulan secara intensif. "Agak susah memainkan golok, apalagi tadi saya sempat gugup saat tampil. Tapi saya bisa meredamnya dan saya bangga bisa juara 1," tutur Gebi.

Gadis kelahiran Jakarta, 3 Juni 2006 ini mengaku tak akan berpuas diri setelah mendapatkan medali emas. Dia tetap akan berlatih keras mengingat usianya yang masih muda dan cita-cita menjadi atlet hebat belum kesampaian. "Ke depan, saya berharap bisa main sampai kejuaraan internasional dan bisa membawa nama bangsa," kata putri dari pasangan Marcyana Siddidjaja dan Fransiskus Setiawan ini.

Untuk saat ini, medali emas Wufest merupakan capaian terbaiknya selama mengikuti kejuaraan. Pada Kejurnas di Bangka, Gebi harus puas menempati urutan ketujuh di Dao Shu (golok), sedangkan di nomor Gun Shu (toya) berada di peringkat kelima.

"Masih banyak kejuaraan yang akan saya ikuti ke depan, salah satunya Kejurkot di Bogor pada bulan Februari. Saya berharap prestasi saya lebih baik lagi nanti," tuturnya. ***

wwwwww