Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Badminton

Kata Polisi soal Aliran Diduga Sesat di Kalimantan

Kata Polisi soal Aliran Diduga Sesat di Kalimantan
Foto: Ist.
Rabu, 25 Desember 2019 17:23 WIB
JAKARTA - Polres Banjarmasin menyelidiki diduga aliran agama yang menyimpang di Kalimantan Selatan. Polisi, akan melibatkan tokoh agama dalam menangani kasus yang menghebohkan itu.

"Kalau kaitannya dengan agama Islam, MUI yang turun tangan. Kalau mungkin kaitannya dengan agama Kristen itu ada lembaga atau badan keagamaan yang menentukan apakah aliran ini berbeda dengan ajaran agama yang seharusnya. Nanti ditentukan dulu di situ,” kata Kasatreskrim Polres Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi, dikutip dari kanalkalimantan.com, Rabu (25/12/2019).

Aliran diduga menyimpang ini, dipimpin seorang lelaki paruh baya berinisial M (70). M yang diketahui memiliki pengikut mencapai 6.500 orang, dan tersebar hingga ke Kalimantan Timur itu, diduga telah memimpin jamaahnya selama 10 tahun.

Informasi sementara, diduga M menyebarkan ajaran sesat dengan kedok pengobatan atau ilmu batin.

Komunitas tersebut kerap menggelar pertemuan 3 kali seminggu, yakni pada Selasa malam, Jumat dan Minggu. Dalam ajarannya, M diduga menanggalkan beberapa rukun Islam, salah satunya tidak mewajibkan pengikutnya melaksanakan ibadah haji.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Olympic, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan
wwwwww