Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
21 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
15 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
15 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
15 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Depresi, Ibu Gorok Anak Perempuannya yang Berusia 18 Tahun

Depresi, Ibu Gorok Anak Perempuannya yang Berusia 18 Tahun
Foto: Ist.
Minggu, 29 Desember 2019 16:42 WIB
KEDIRI - Seorang Ibu di Kediri tega membunuh anak perempuannya sendiri lantaran lelah, kesal dan depresi.

Pelaku bernama Lasi (63) ini dikabarkan mengalami depresi karena harus mengurus anaknya seorang diri. Sementara sang suami juga jatuh sakit karena menderita stroke.

Lasi tega menggorok leher anaknya saat sedang tertidur menggunakan pisau hingga korban tewas pada Jumat (27/12/2019) sekira pukul 16.30 WIB.

Mengutip keepo.me, Minggu (29/12/19), Lasi (63) adalah warga Dusun Jambean, Desa Manggis Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Sementara anak yang dibunuh adalah Putri Ulandari (18).

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Gilang Akbar menyatakan, pihaknya telah "memintai keterangan keluarga korban, warga, dan terduga pelaku,”.

"Jadi berdasar keterangan sejumlah saksi dan terutama pelaku, bahwa pelaku mengakui bahwa ia tega membunuh karena merasa jengkel dengan korban yang tidak bisa diatur dalam kehidupan sehari-harinya," ujar Gilang Akbar.

Insiden ini, mulanya diketahui oleh sang kakak, Tini (31), tak lama setelah dibunuh Lasi. Saat itu Tini bermaksud melihat adiknya karena curiga sang adik tidur dengan sangat tenang. Biasanya korban akan gelisah apabila belum meminum obat penenang.

Saat masuk ke kamar korban, Tini melihat adiknya tidur menggunakan selimut dan wajah tampak pucat. Tini juga melihat sang ibu yang berada di samping korban. Ia langsung membuka selimut korban dan kaget melihat lumuran darah.

"Tadinya saya berniat melihat adik, tidak biasanya tidur sebelum minum obat, tapi ini kok tenang. Saat masuk saya lihat adik saya diselimuti kain, ketika dibuka sudah dalam kondisi berdarah dan tidak bernyawa," jelas Tini, Jumat (27/12/2019).

Tini ketakutan melihat kondisi adiknya yang sudah tak bernyawa. Lantas ia keluar rumah mencari pertolongan ke tetangga. Peristiwa pembunuhan ini langsung dilaporkan ke kantor polisi terdekat.

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Timur, DKI Jakarta, Beladiri, Olympic, Badminton
wwwwww