Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
11 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
2
Sebut Santri Tahfidz Qur'an sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
Politik
16 jam yang lalu
Sebut Santri Tahfidz Quran sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
3
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Politik
16 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
4
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
Peristiwa
15 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
5
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Politik
16 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
6
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
15 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Depresi, Ibu Gorok Anak Perempuannya yang Berusia 18 Tahun

Depresi, Ibu Gorok Anak Perempuannya yang Berusia 18 Tahun
Foto: Ist.
Minggu, 29 Desember 2019 16:42 WIB
KEDIRI - Seorang Ibu di Kediri tega membunuh anak perempuannya sendiri lantaran lelah, kesal dan depresi.

Pelaku bernama Lasi (63) ini dikabarkan mengalami depresi karena harus mengurus anaknya seorang diri. Sementara sang suami juga jatuh sakit karena menderita stroke.

Lasi tega menggorok leher anaknya saat sedang tertidur menggunakan pisau hingga korban tewas pada Jumat (27/12/2019) sekira pukul 16.30 WIB.

Mengutip keepo.me, Minggu (29/12/19), Lasi (63) adalah warga Dusun Jambean, Desa Manggis Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Sementara anak yang dibunuh adalah Putri Ulandari (18).

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Gilang Akbar menyatakan, pihaknya telah "memintai keterangan keluarga korban, warga, dan terduga pelaku,”.

"Jadi berdasar keterangan sejumlah saksi dan terutama pelaku, bahwa pelaku mengakui bahwa ia tega membunuh karena merasa jengkel dengan korban yang tidak bisa diatur dalam kehidupan sehari-harinya," ujar Gilang Akbar.

Insiden ini, mulanya diketahui oleh sang kakak, Tini (31), tak lama setelah dibunuh Lasi. Saat itu Tini bermaksud melihat adiknya karena curiga sang adik tidur dengan sangat tenang. Biasanya korban akan gelisah apabila belum meminum obat penenang.

Saat masuk ke kamar korban, Tini melihat adiknya tidur menggunakan selimut dan wajah tampak pucat. Tini juga melihat sang ibu yang berada di samping korban. Ia langsung membuka selimut korban dan kaget melihat lumuran darah.

"Tadinya saya berniat melihat adik, tidak biasanya tidur sebelum minum obat, tapi ini kok tenang. Saat masuk saya lihat adik saya diselimuti kain, ketika dibuka sudah dalam kondisi berdarah dan tidak bernyawa," jelas Tini, Jumat (27/12/2019).

Tini ketakutan melihat kondisi adiknya yang sudah tak bernyawa. Lantas ia keluar rumah mencari pertolongan ke tetangga. Peristiwa pembunuhan ini langsung dilaporkan ke kantor polisi terdekat.

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Timur, DKI Jakarta, Hukum, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww