Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
18 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
15 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
15 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
12 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
19 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Data Sementara BNPB: 9 Orang di Jabodetabek Meninggal Dunia dalam Bencana Banjir Januari 2020

Data Sementara BNPB: 9 Orang di Jabodetabek Meninggal Dunia dalam Bencana Banjir Januari 2020
Pantauan Banjir di Jakarta, 1 Januari 2020. (Dok. BNPB)
Rabu, 01 Januari 2020 18:14 WIB
JAKARTA - Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, korban meninggal dunia akibat banjir di daerah Jabodetabek mencapai sembilan orang.

Sebanyak empat orang tercatat meninggal di Jakarta. Mereka antara lain M Ali (82), warga Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, meninggal karena hipotermia; Siti Hawa (72), Cipinang Melayu, Jaktim, akibat hipotermia.

Willi Surahman, Cipinang Melayu, Jaktim, akibat hipotermia; serta Arfiqo Alif (16) warga Kemayoran, Jakarta Pusat, meninggal akibat tersengat listrik.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyebut, lima korban lainnya berasal dari Depok dan Bogor. Mereka adalah Rumsinah (68), warga Jalan Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, yang meninggal akibat tertimbun tanah longsor.

Di lokasi yang sama, ada bocah berinisial N (8) dan Amelia (27) yang disebut meninggal akibat timbunan longsor.

Selain itu, ada Marsdianto (20), Perumahan Puri Citayam Permai 2, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Ia meninggal karena terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul.

Terakhir, ada Kusmiyati (30), korban tertimpa tanah longsor, Tanah Sereal, Kota Bogor.

BNPB pun mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi banjir untuk mengevakuasi diri ke tempat aman terlebih dahulu.

"Yang penting selamatkan jiwa terlebih dahulu" kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam keterangan tertulis.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Lingkungan, Olympic, Badminton
wwwwww