Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
DPR RI
7 jam yang lalu
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
2
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
Ekonomi
8 jam yang lalu
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
3
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
MPR RI
7 jam yang lalu
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
4
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
MPR RI
7 jam yang lalu
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
5
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
MPR RI
6 jam yang lalu
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
6
Pemda, Kepala Sekolah dan Orangtua Diharap Cermat Memilih PJJ atau Tatap Muka
DPR RI
5 jam yang lalu
Pemda, Kepala Sekolah dan Orangtua Diharap Cermat Memilih PJJ atau Tatap Muka
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Data Sementara BNPB: 9 Orang di Jabodetabek Meninggal Dunia dalam Bencana Banjir Januari 2020

Data Sementara BNPB: 9 Orang di Jabodetabek Meninggal Dunia dalam Bencana Banjir Januari 2020
Pantauan Banjir di Jakarta, 1 Januari 2020. (Dok. BNPB)
Rabu, 01 Januari 2020 18:14 WIB
JAKARTA - Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, korban meninggal dunia akibat banjir di daerah Jabodetabek mencapai sembilan orang.

Sebanyak empat orang tercatat meninggal di Jakarta. Mereka antara lain M Ali (82), warga Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, meninggal karena hipotermia; Siti Hawa (72), Cipinang Melayu, Jaktim, akibat hipotermia.

Willi Surahman, Cipinang Melayu, Jaktim, akibat hipotermia; serta Arfiqo Alif (16) warga Kemayoran, Jakarta Pusat, meninggal akibat tersengat listrik.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyebut, lima korban lainnya berasal dari Depok dan Bogor. Mereka adalah Rumsinah (68), warga Jalan Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, yang meninggal akibat tertimbun tanah longsor.

Di lokasi yang sama, ada bocah berinisial N (8) dan Amelia (27) yang disebut meninggal akibat timbunan longsor.

Selain itu, ada Marsdianto (20), Perumahan Puri Citayam Permai 2, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Ia meninggal karena terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul.

Terakhir, ada Kusmiyati (30), korban tertimpa tanah longsor, Tanah Sereal, Kota Bogor.

BNPB pun mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi banjir untuk mengevakuasi diri ke tempat aman terlebih dahulu.

"Yang penting selamatkan jiwa terlebih dahulu" kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam keterangan tertulis.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Lingkungan, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww