Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
21 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
2
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
20 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
3
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
4
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
20 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
5
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
6
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Olahraga
18 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Bisakah Warga Cigobang di Karang Payung Terima Bantuan dari BPBD?

Bisakah Warga Cigobang di Karang Payung Terima Bantuan dari BPBD?
Suasana pengungsian warga di Karang Payung, Desa Banjar Sari, Kec. Lebak Gedong, Kab. Lebak, Prov. Banten.
Sabtu, 04 Januari 2020 04:55 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
LEBAK - Sekira 50an orang warga kampung Cigobang, Desa Banjar Sari, Kabupaten Lebak, mengungsi ke kampung Karang Payung pada Jumat (3/1/2020). Total jumlah pengungsi di Karang Payung, terdata sebanyak 115 orang, 10 diantaranya adalah anak-anak.

Ranti, warga Cigobang yang mengungsi bersama suami dan sepasang anak kembarnya yang berusia 3 tahun, mengaku belum mendapat bantuan dari BPBD setempat.

"Belum ada bantuan (dari BPBD, red)" kata Ranti kepada wartawan di Musholla/Majelis Karang Payung, Jumat malam.

Meskipun tak ditampiknya, ada cukup bantuan makanan dan pakaian di lokasi pengungsian.

Ranti yang sebelumnya mengungsi ke hutan-jalur baru yang disebut Cibulan, tak tahu apa Ia bisa kembali pulang ke Cigobang. Pasalnya, meski rumahnya tak hancur tertimpa longsor, tapi kondisi tanah di depan rumah dan bukit di belakang rumahnya di Cigobang sana, tak lagi menawarkan rasa aman.

Keterangan Ranti soal belum adanya bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, juga dibenarkan oleh Suparman. Suparman, adalah warga Karang Payung, yang membantu mengurusi para pengungsi di kampungnya.

Bagi Suparman, warga kampungnya juga korban. Karena kampungnya juga terdampak dari bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah itu.

Suparman mengatakan, dirinya memang belum mengkoordinasikan kebutuhan bantuan kepada BPBD. Makanan yang dikonsumsi pengungsi, didapat dari tokoh agama setempat bernama Buta Kurtubi. Sementara pakaian anak yang tersedia, merupakan bantuan dari relawan mahasiswa.

"Ki Kurtubi selalu suplay makanan, tiap kami minta ke relawan FPI, langsung dikirimkan," kata Suparman.

Pantauan di lokasi, sekumpulan orang berseragam FPI memang tengah berada di salah satu masjid, tak jauh dari musholla yang jadi lokasi pengungsian di Karang Payung.

Pos pengungsian di Karang Payung ini, memang bukan pos pengungsian resmi. Pemerintah setempat, menyediakan pos pengungsian di Desa Banjar Irigasi.

Di Pos Pengungsian Banjar Irigasi, seribuan orang terdaftar mengungsi. Tersedia layanan kesehatan, dan dapur umum di pos ini. Toilet potable pun dalam perjalanan menuju pos ini.

"Ini saya masih nunggu, katanya udah di jalan," kata Kapten Inf. Dadang yang siaga di lokasi.***


wwwwww