Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
3 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
3 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Bisakah Warga Cigobang di Karang Payung Terima Bantuan dari BPBD?

Bisakah Warga Cigobang di Karang Payung Terima Bantuan dari BPBD?
Suasana pengungsian warga di Karang Payung, Desa Banjar Sari, Kec. Lebak Gedong, Kab. Lebak, Prov. Banten.
Sabtu, 04 Januari 2020 04:55 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
LEBAK - Sekira 50an orang warga kampung Cigobang, Desa Banjar Sari, Kabupaten Lebak, mengungsi ke kampung Karang Payung pada Jumat (3/1/2020). Total jumlah pengungsi di Karang Payung, terdata sebanyak 115 orang, 10 diantaranya adalah anak-anak.

Ranti, warga Cigobang yang mengungsi bersama suami dan sepasang anak kembarnya yang berusia 3 tahun, mengaku belum mendapat bantuan dari BPBD setempat.

"Belum ada bantuan (dari BPBD, red)" kata Ranti kepada wartawan di Musholla/Majelis Karang Payung, Jumat malam.

Meskipun tak ditampiknya, ada cukup bantuan makanan dan pakaian di lokasi pengungsian.

Ranti yang sebelumnya mengungsi ke hutan-jalur baru yang disebut Cibulan, tak tahu apa Ia bisa kembali pulang ke Cigobang. Pasalnya, meski rumahnya tak hancur tertimpa longsor, tapi kondisi tanah di depan rumah dan bukit di belakang rumahnya di Cigobang sana, tak lagi menawarkan rasa aman.

Keterangan Ranti soal belum adanya bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, juga dibenarkan oleh Suparman. Suparman, adalah warga Karang Payung, yang membantu mengurusi para pengungsi di kampungnya.

Bagi Suparman, warga kampungnya juga korban. Karena kampungnya juga terdampak dari bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah itu.

Suparman mengatakan, dirinya memang belum mengkoordinasikan kebutuhan bantuan kepada BPBD. Makanan yang dikonsumsi pengungsi, didapat dari tokoh agama setempat bernama Buta Kurtubi. Sementara pakaian anak yang tersedia, merupakan bantuan dari relawan mahasiswa.

"Ki Kurtubi selalu suplay makanan, tiap kami minta ke relawan FPI, langsung dikirimkan," kata Suparman.

Pantauan di lokasi, sekumpulan orang berseragam FPI memang tengah berada di salah satu masjid, tak jauh dari musholla yang jadi lokasi pengungsian di Karang Payung.

Pos pengungsian di Karang Payung ini, memang bukan pos pengungsian resmi. Pemerintah setempat, menyediakan pos pengungsian di Desa Banjar Irigasi.

Di Pos Pengungsian Banjar Irigasi, seribuan orang terdaftar mengungsi. Tersedia layanan kesehatan, dan dapur umum di pos ini. Toilet potable pun dalam perjalanan menuju pos ini.

"Ini saya masih nunggu, katanya udah di jalan," kata Kapten Inf. Dadang yang siaga di lokasi.***

wwwwww