Cigobang jadi 'Kota Mati', Warga Mengungsi ke Hutan

Cigobang jadi Kota Mati, Warga Mengungsi ke Hutan
Akses jalan, 8 km menuju Banjar Irigasi, Banjar Sari, Kecamatan Lebak Gedong, tersendat karena perbaikan jalan yang longsor akibat banjir bandang.
Sabtu, 04 Januari 2020 05:02 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
LEBAK - Cigobang adalah salah satu kampung terisolir di Desa Banjar Sari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pasca bencana banjir bandang dan longsor pada 1 Januari 2019.

Feri, warga Cigobang menuturkan, ada 2000an jiwa warga Cigobang dari 10 Rukun Tetangga yang ada, sebelum longsor menimpa dan menenggelamkan pemukiman warga.

Sebagian besar mengungsi tanpa dievakuasi petugas. Ada yang ke Cikomara, Desa Banjar Irigasi, ada yang ke Karang Payung, ada yang ke Cipanas, ada yang ke Cileuksa, ke Gunung Julang, dan ada yang ke Cibandung.

"Cibulan itu, hutan itu, bukan kampung. Itu bagian hutan yang baru dilakukan pembukaan jalan, tanah," kata Feri di musholla yang jadi lokasi pengungsiannya di Karang Payung, Jumat (3/1/2020) malam.

"Yang di Cibandung itu 484 orang, sekarang. Data dari Kares, dari Polhut," kata Kyai Ajat menambahkan.

Ajat adalah warga Karang Payung, yang rumahnya rata dengan tanah.

Bersebelahan dengan musholla, ada pos milik Taman Nasional yang jadi tempat kesiap siagaan personil SAR Lebak. Salah satu personil menyebut, pemukiman di Cibandung memang padat seperti kawasan Cisarua Bogor. Dan sekarang, "seperti kota mati,".

Sementara Komandan Tim (Dantim) SAR Lebak, Trisna, yang juga berada di lokasi menyatakan, Cigobang memang mungkin berpenduduk "banyak,".

"(2000an jiwa, red) masuk akal, karena ada 1 RT itu habis," kata dia. Dan tersisa sekira 200-300 warga yang masih berada di sana.

Sementara itu, warga Cigobang lainnya yang ada di lokasi menyatakan, 2000 orang itu bukan jumlah jiwa, melainkan jumlah hak pilih se-Desa Banjar Sari, "jumlah jiwanya sih bisa 5000an,".

Dan untuk diketahui, kantor Desa Banjar Sari termasuk yang "hilang," akibat bencana, menurut penuturan warga.

Data penduduk Desa Banjar Sari memang belum diketahui, pasti. GoNews, belum sempat bertemu dengan Kepala Desa dan Camat setempat, karena waktu yang sudah terlalu malam.

Sementara pengurus Pos Pengungsian Banjar Irigasi, pos resmi terdekat dari Cigobang, Kapten Inf. Dadang menyatakan, ada rencana untuk mengevakuasi paksa warga-warga yang masih bertahan di Cigobang, demi keselamatan warga itu sendiri, pada Sabtu (4/1/2019).

Cigobang memang menjadi sorotan, karena sulitnya medan untuk menuju kesana, mobil dan motor tak bisa tembus. Butuh berjalan kaki selama berjam-jam untuk tiba di Cigobang.

Sempat ada rencana untuk mengirimkan logistik ke kawasan terisolir menggunakan heli, tapi belum didapat info resmi dari warga apakah bantuan itu sudah diterima. Petugas Taman Nasional mengatakan, memang sempat melihat heli melintas di area itu.***


wwwwww