Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
8 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
13 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
5 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
7 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
7 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Badminton

Gawat, Kasus Narkoba di Sumbar pada 2019 Meningkat 95 Persen

Gawat, Kasus Narkoba di Sumbar pada 2019 Meningkat 95 Persen
Kepala BNN Sumbar, Khasril Arifin beserta jajaran saat jumpa pers akhir tahun 2019 lalu. (foto: GATRA.com/Wahyu Saputra)
Minggu, 05 Januari 2020 10:09 WIB
PADANG- Pelaku penyalahgunaan narkotika di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) sepanjang tahun 2019 peningkatan yang sangat signifikan, mencapai 95 persen. Pada tahun 2018 tercatat hanya sebanyak 18 kasus, sementara tahun 2019 meningkat jadi 31 kasus.
 

Dikutip dari Gatra.com, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin mengatakan, dari puluhan pengungkapan kasus itu pihaknya mengamankan 46 tersangka. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 28 tersangka. Sementara barang bukti ganja yang disita seberat 333,5 kilogram.

"Saat ini ada perkembangan masuknya ganja. Jika biasanya datang dari Aceh, sekarang sudah masuk dari Mandailing Natal, Sumatera Utara. Lahannya bukan hanya di Aceh, saat ini juga ada di Tapanuli Selatan," kata Khasril, Sabtu (4/2/2020).

Sebelumnya, pada Selasa (31/12/2019) akhir tahun lalu, Khasril mengatakan, untuk barang bukti sabu pihaknya menyita seberat 2,59 kilogram. Kemudian, ekstasi sebanyak 31 butir. Kedua jenis narkoba ini berasal dari Pekanbaru, Riau, melalui jalur darat.

Pada tahun 2019, BNNP Sumbar setidaknya telah memetakan 15 jaringan sindikat pelaku narkotika. Sejumlah 10 jaringan sindikat telah berhasil diungkap. Tujuh jaringan sindikat melibatkan warga binaan yang berperan sebagai pengendali jaringan di empat Lembaga Pemasyarakatan di Sumbar. (gtr)

 

Editor:arie rh
Sumber:Gatra.com
Kategori:Badminton, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww