Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
18 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
2
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Olahraga
21 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
3
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
Olahraga
21 jam yang lalu
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
4
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
Politik
17 jam yang lalu
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
5
Lima Pemain Absen Latihan Perdana Persik Kediri
Sepakbola
18 jam yang lalu
Lima Pemain Absen Latihan Perdana Persik Kediri
6
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Sepakbola
18 jam yang lalu
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Begini Modus Oknum Wali Kelas 6 Cabuli Siswinya

Begini Modus Oknum Wali Kelas 6 Cabuli Siswinya
Ilustrasi: net
Selasa, 07 Januari 2020 13:00 WIB
SLEMAN - Polres Sleman menetapkan S (48), seorang guru PNS di Sleman, sebagai tersangka dalam kasus pencabulan terhadap siswinya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sleman, Iptu Bowo Susilo menjelaskan, tersangka menjadikan aktivitas pendidikan sebagai modus perbuatan cabulnya. Perbuatan Cabul ini, dilakukan tak hanya sekali.

Saat mengajarkan alat reproduksi di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), misalnya, "oknum guru ini berpura-pura mengajarkan pelajaran IPA kemudian mengajarkan tentang reproduksi. Siswi di ruang UKS kemudian diraba-raba payudaranya, kemudian sampai kepada alat kelamin siswinya,".

Perbuatan cabul yang terakhir dilakukan S pada tanggal 13 Agustus 2019. Saat itu siswi sedang melaksanakan kemah.

"Oknum guru ini masuk ke tenda perempuan, melakukan perbuatan cabul dengan meraba payudara dan alat kelamin empat siswi perempuan yang sedang tidur di tenda perempuan itu," ungkap Bowo.

Polisi menduga ada 12 siswi kelas enam SD yang menjadi korban pencabulan tersangka S. Namun dari ke-12 korban tersebut, hanya enam yang dimintai keterangan oleh PPA Polres Sleman sebagai saksi dan saksi korban.

"Tersangka S ini guru semua mata pelajaran, jadi dia wali kelas enam. Tersangka akan kita kenakan pasal 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun," pungkas Bowo.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Hukum, Pendidikan, DKI Jakarta

wwwwww