Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
23 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
6
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
9 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Home  /  Berita  /  Badminton

Jika Tetap Dipimpin Zulhas, Suara PAN Terancam Kian Merosot

Jika Tetap Dipimpin Zulhas, Suara PAN Terancam Kian Merosot
Dok. GoNews.co
Selasa, 07 Januari 2020 13:32 WIB
JAKARTA - Perolehan Suara PAN dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, partai tersebut tidak mampu menambah jumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Jumlah kursi PAN di DPR malah menurun dari 49 kursi (perolehan Pileg 2014) menjadi 44 kursi saat ini.

Di daerah pemilihan Jawa Tengah, PAN bahkan tidak mendapatkan satu kursi pun untuk DPR RI. PAN hanya mampu meraih 832.010 suara di seluruh Dapil Jawa Tengah.

Sementara itu, di Dapil Jawa Timur, kursi PAN di DPR RI hilang dua, alhasil hasil elektroal PAN di Pemilu 2019 tidak memuaskan.

Menanggapi fakta elektroal PAN yang merosot tersebut, Direktur Presidential Studies Decode UGM Nyarwi Ahmad menilai, kepemimpinan Zulfikli Hasan (Zulhas) di PAN tidak patut diperpanjang untuk lima tahun ke depan.

Nyarwi menilai, kalau kepemimpinan Zulhas tetap dipertahankan maka suara PAN di Pemilu 2024 tidak akan meningkat bahkan terancam menurun lagi seperti di Pemilu 2019.

"Jika PAN masih dalam kepemimpinan Zulkifli Hasan, besar kemungkinan tingkat perolehan suara dan kursi PAN di parlemen tidak akan banyak mengalami peningkatan. Sepertinya PAN ya akan begitu begitu saja, tidak banyak berubah," tegas Nyarwi.

Fakta elektoral membuktikan, bahwa di Pemilu 2019 menjadi "panen raya" bagi dua partai politik berbasis massa Islam yaitu PKB dan PKS dengan perolehan suara yang meningkat signifikan dibandingkan Pemilu 2014. Sementara PAN dan PPP harus mengalami perolehan suara yang turun drastis.

Di Pemilu 2014, PKB memperoleh 11.298.957 suara (9,04 persen) lalu meningkat menjadi 13.570.970 (9,69 persen) di Pemilu 2019.

PKS di Pemilu 2014 memperoleh 8.480.204 (6,79 persen), di Pemilu 2019 partai tersebut meraih 11.493.663 suara (8,21 persen).

PAN di Pemilu 2014, dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 185.826.024, perolehan suara PAN yaitu 9.481.621 (7,59 persen). Lalu di Pemilu 2019, DPT berjumlah 192.828.520, PAN memperoleh jumlah suara 9.572.623 (6,84 persen).

Melanjutkan keterangannya, Nyarwi menilai pelaksanaan Munas PAN 2020 menurut Nyarwi menjadi momentum partai tersebut mencari figur Ketua Umum baru yang mampu meningkatkan suara partai di Pemilu 2024.

Dia menegaskan bahwa sudah saatnya PAN mencari figur Ketum baru yang mampu memiliki strategi marketing politik yang lebih bagus dan memiliki daya magnetik elektoral yang kuat.

Figur PAN ke depan menurut dia harus mampu merespon perkembangan zaman dengan bekal pengetahuan terkait strategi organisasi dan marketing politik yang canggih agar basis massa PAN tidak rontok.

Selain itu Nyarwi menilai Zulkifli merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap merosotnya jumlah perolehan kursi PAN di Pemilu 2019.

"Zulhas tidak cukup berhasil dalam memperluas tingkat pengaruh dan perolehan suara PAN dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019," kata Nyarwi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Jebloknya perolehan kursi PAN di Pemilu 2019 menurut Nyarwi, tidak bisa disalahkan kepada orang lain, karena yang bertanggungjawab terkait hasil elektoral partai adalah Zulhas sebagai pucuk pemimpin di PAN.

Karena itu dia menilai kalau PAN masih dipimpin Zulhas dalam lima tahun ke depan, maka diprediksi tingkat perolehan suara dan kursi partai tersebut di parlemen tidak akan mengalami peningkatan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Badminton
wwwwww