Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
24 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
Politik
21 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
DPR RI
20 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
4
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Hukum
21 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
5
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Peristiwa
19 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
6
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Kesehatan
17 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dewi Tanjung dan Abu Janda Cs Belum Muncul, Bang Japar Berjaga di Balaikota

Dewi Tanjung dan Abu Janda Cs Belum Muncul, Bang Japar Berjaga di Balaikota
Selasa, 14 Januari 2020 15:46 WIB
JAKARTA - Pergerakan massa kontra Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum tampak terlihat di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta pada siang ini, Selasa (14/1/2019).

Dikutip GoNews.co dari Rmol.id hingga pukul 13.55, massa yang digawangi politisi PDIP Dewi Tanjung dan pegiat media sosial Abu Janda belum tampak.

Sedianya mereka datang untuk menuntut kerugian akibat banjir yang terjadi pada awal tahun lalu. Banjir oleh mereka dianggap sebagai buntut dari kinerja buruk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebaliknya, pendukung Anies yang tergabung dalam ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) sudah hadir berjaga di dalam Balaikota.

Ormas besutan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jakarta Fahira Idris itu sudah datang sejak pukul 11.00

Sekjen Bang Japar, Bintang Mankauk mengurai alasan mereka hadir mengawal aksi kontra Anies.

"Kami ingin agar Gubernur DKI diberikan kesempatan untuk menjalankan programnya," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/1).

Mankauk mengurai bahwa pembela Anies dalam aksi ini berjumlah lebih dari 300 orang. Mereka datang dari berbagai ormas, mulai dari Forkabi, Ormas Betawi dan Bang Japar.

"Kami mengerahkan anggota sekitar 300 orang di luar ormas lain,” pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww