Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
18 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
6 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
19 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Siaran Liga Inggris dalam Pemecatan Helmi Yahya, Direksi Jelaskan Fakta Ini

Siaran Liga Inggris dalam Pemecatan Helmi Yahya, Direksi Jelaskan Fakta Ini
Direktur Program dan Berita LPP TVRI, Apni Jaya Putra. (Foto: Zul/GoNews.co)
Jum'at, 17 Januari 2020 16:48 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Dewan Pengawas (Dewas) TVRI resmi memecat Helmy Yahya dari posisi Dirut LPP TVRI. Surat Pemberitahuan Pemecatan berkop LPP TVRI tertanggal 16 Januari 2020, menjelaskan pemecahan Helmi.

"Kemarin saya dipanggil, dan diberikan 'surat cinta'," ujar Helmi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Helmi memaparkan, Dewas LPP TVRI menjadikan siaran Liga Inggris sebagai salah satu alasan pemecatan dirinya.

"Saudara tidak menjawab atau memberi penjelasan mengenai pembelian program siaran berbiaya tinggi antara lain Liga Inggris dan pelaksanaan tata tertib administrasi anggaran TVRI," kutipan poin 1 'Surat Cinta' yang ditunjukkan Helmi pada pewarta.

Terkait hal ini, Direktur Program dan Berita LPP TVRI, Apni Jaya Putra yang hadir dalam konferensi pers menyatakan, secara administratif Liga Inggris dilaporkan kepada Dewas pada tanggal 17 Juli 2019 dalam Rapat dipimpin oleh Ketua Dewas Arif Thamrin. Dalam rapat itu, dilaporkan pada Dewas mengenai jenis kerjasama, dan pendapatan iklannya dari penyiaran Liga Inggris.

Dewas melalui surat nomor 127/Dewas/PP/2019 tetanggal 18 Juli 2019 memberikan surat arahan yang mengamini.

"Penyelenggaraan Liga Inggris di TVRI diminta mampu memunculkan national values dan national price, serta membangkitkan motivasi bagi peningkatan sepakbola nasional," kutipan arahan Dewas yang dibacakan Apni.

Pemberitaan yang beredar menyebut, TVRI menggantikan MNC dalam penayangan Liga Inggris pada musim 2019/20, dan setiap pekannya menyiarkan dua pertandingan di setiap hari Sabtu dan Minggu di jam-jam tertentu.

Untuk menyiarkan Liga Inggris di Tanah Air, TVRI membeli hak siar dari Mola TV. Meski besarnya tidak disebutkan, namun harga hak siar Liga Inggris di seluruh dunia mengalami peningkatan delapan persen menjadi 9,2 miliar paun (sekitar Rp 164 triliun) untuk tiga tahun ke depan pada 2019-2022.

Terkait keberhasilan TVRI menyiarkan Liga Inggris ini, Helmi Yahya dalam konferensi pers ya berujar pada wartawan, "Rezeki anak soleh,".

Untuk diketahui, persoalan siaran Liga Inggris bukan satu-satu hal yang menjadi pertimbangan Pemecatan Helmi.

Selain Helmi dan Apni, turut hadir dalam konferensi pers tersebut, sejumlah anggota Dewan Direksi TVRI periode 2017-2022; Isnan Rahmanto (Direktur Keuangan), Supriyono (Direktur Teknik), Tumpak Pasaribu (Direktur Umum), dan Rini Padmirehatta (Direktur Pengembangan dan Usaha). Hadir juga, Kuasa Hukum Helmi, Chandra Hamzah (Eks Pimpinan KPK).***

wwwwww