Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
23 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
17 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
16 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
18 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton
Daihatsu Indonesia Masters 2020

Praveen/Melati Dihadang Ganda Campuran Perancis

Praveen/Melati Dihadang Ganda Campuran Perancis
Jum'at, 17 Januari 2020 16:35 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Pasangan Thom Gicquel/Delphine Delrue lagi-lagi membuat kejutan di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2020. Setelah kemarin di babak kedua berhasil mengalahkan unggulan keempat, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, kali ini mereka mengalahkan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, unggulan kelima yang juga andalan tuan rumah.

Gicquel/Delrue sudah menebar ancaman sejak game pertama. Mereka berhasil merebut game pertama dengan kemenangan tipis dari Praveen/Melati. Di game terakhir, Praveen/Melati banyak membuat kesalahan sendiri. Gicquel/Delrue pun tampil cukup baik, sambaran-sambaran mereka seringkali merepotkan Praveen/Melati.

"Game terakhir disayangkan, padahal di awal kami memimpin jauh. Waktu poin 11 banyak bola mati sendiri, di poin 11-20 finishing-nya, mati sendiri di bola gampang, di poin kritis," ungkap Melati setelah pertandingan.

"Lawan kan bukan unggulan, mereka main nothing to lose, yang penting mereka fight saja, padahal rangking berapa? Mereka main nggak ada beban, sedangkan kami main di kandang sendiri dan statusnya unggulan," ujar Praveen.

"Kalau soal kelebihan lawan, pemain Eropa itu main strategi saja, kalau teknik hampir merata," sebut Praveen.

Usai mengikuti turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2020, Praveen/Melati akan fokus ke turnamen All England 2020 yang akan dilangsungkan pada Maret mendatang.

"Tahun ini kami goal-nya di All England dan olimpiade. Tapi kami banyak dapat pelajaran di Malaysia Masters dan Indonesia Masters," sebut Praveen. ***

wwwwww