Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
Hukum
24 jam yang lalu
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
2
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
DPD RI
8 jam yang lalu
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
3
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
Politik
13 jam yang lalu
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
4
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
Politik
12 jam yang lalu
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
5
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
Politik
13 jam yang lalu
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
6
PKS: Kalau Mau Rakyat Selamat, Pilkada Wajib Ditunda!
Politik
12 jam yang lalu
PKS: Kalau Mau Rakyat Selamat, Pilkada Wajib Ditunda!
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dinilai Lalai, Kejagung: Usut Keterlibatan OJK di Jiwasraya

Dinilai Lalai, Kejagung: Usut Keterlibatan OJK di Jiwasraya
Senin, 20 Januari 2020 18:29 WIB
JAKARTA - Penanganan kasus dugaan gagal bayar akibat korupsi di PT Jiwasraya rupanya tidak hanya tertuju kepada tersangka perorangan.

Lembaga pengawas di bidang keuangan yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diduga terlibat dalam persekongkolan jahat dengan sejumlah tersangka. Karenanya, Kejaksaaan Agung akan mendalaminya.

Hal itu disampaikan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin saat menjawab pertanyaan dari anggota Komisi III DPR yang mempertanyakan fungsi OJK sebagai pengawas dinilai gagal melihat laporan keuangan Jiwasraya. Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa menilai, seharusnya kasus Jiwasraya tidak terjadi jika pengawasan OJK berjalan benar.

Mengutip Merdeka.com, Burhanuddin mengakui tengah mengarahkan perkembangan kasus salah satunya evaluasi terhadap pengawasan tersebut. Dia menjawab, OJK sudah dipanggil oleh kejaksaan untuk mendalami hal tersebut.

"OJK sudah kami panggil dan kita sedang arah ke situ, tetapi OJK memberikan input kepada kami bagaimana proses yang sebenarnya kita tak bisa full (menjelaskan). Sudah panggil, sedang pendalaman, dan input," kata Burhanuddin saat rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Burhanuddin lebih lanjut mengakui, ada kemungkinan keterlibatan oknum di OJK. Dia mengatakan, tidak mungkin muncul kasus Jiwasraya tersebut jika OJK melakukan pengawasan dengan benar.

"Kami sedang menelusuri itu. Mungkin OJK yang sebelumnya dan sebelumnya dan oknum-oknum tertentu ini terus kami telusuri. Saya yakin ini tidak akan muncul kalau pengawasan OJK yang secara benar," kata dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww