Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
24 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Napak Tilas ke Bengkulu, LaNyalla Sempatkan Diri Salat Zuhur di Rumah Pengasingan Soekarno

Napak Tilas ke Bengkulu, LaNyalla Sempatkan Diri Salat Zuhur di Rumah Pengasingan Soekarno
Rabu, 22 Januari 2020 15:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BENGKULU - Beberapa kegiatan dilakukan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam kunjungan hari keduanya di Provinsi Bengkulu.

Mulai dari meninjau Pelabuhan Pulau Baai hingga dialog dengan para pengusaha yang tergabung dalam KADIN, IWAPI, HIPMI, hingga mampir ke Yayasan Pendidikan Najamuddin yang dikelola keluarga besar Wakil Ketua III DPD RI, Sultan Baktiar Najamuddin. 

Di sela kegiatan yang cukup padat tersebut, LaNyalla menyempatkan diri mampir ke rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu. Ia sempat melihat-lihat seluruh ruangan yang dihiasi beragam foto serta koleksi benda-benda milik Bung Karno.

LaNyalla bahkan menyempatkan diri untuk menunaikan Salat Zuhur. “Saya sempatkan napak tilas perjalanan perjuangan beliau di Bengkulu. Kebetulan pas tiba waktu Zuhur ya salat sekalian di rumah bersejarah ini,” ungkap LaNyalla, Selasa (21/1).

Ia langsung menuju halaman belakang rumah berarsitektur perpaduan Eropa dan China itu dan menimba air wudhu di sumur tempat sang Proklamator menimba air untuk keperluan sehari-hari.
LaNyalla kemudian menggunakan kamar Bung Karno untuk menggelar sajadah dan menunaikan salat. Belum sampai mengucapkan salam di akhir salat, hujan lebat mengguyur provinsi berjuluk 'Bumi Rafflesia' itu.

Diketahui, terdapat barang-barang peninggalan Sukarno di rumah tersebut. Mulai dari 300-an buku berbahasa Belanda di ruang kerja Bung Karno, 120 pakaian pentas sandiwara Monte Carlo, 22 koleksi foto, dan tempat tidur, serta satu sepeda ontel, hingga surat cinta Bung Karno untuk Fatmawati.

Rumah itu sendiri dibangun oleh seorang pedagang bahan bangunan kebangsaan China, Tjang Tjeng Kwai pada tahun 1918. Setelah Indonesia merdeka, rumah tersebut pernah dijadikan markas perjuangan PRI, rumah dinas AURI, stasiun RRI, dan kantor pengurus KNPI Dati I dan II. Hingga pada tahun 1994 ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.***

wwwwww