Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Minimalisir Konflik Satwa Liar dan Manusia, BBKSDA Riau Pasang GPS Collar ke Gajah

Minimalisir Konflik Satwa Liar dan Manusia, BBKSDA Riau Pasang GPS Collar ke Gajah
Bentuk GPS Collar pada bagian belakang leher gajah.
Kamis, 23 Januari 2020 18:21 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasangkan GPS Collar kepada kelompok Gajah Perampasan yang berhabitat di Minas dan sekitarnya.

Pemasangan GPS ini bertujuan untuk memantau pergerakan gajah dan dapat segera diantisipasi jika mendekat kepemukiman masyarakat.

"Karena di kawasan ini sering bersinggungan antara satwa liar dan masyarakat. Terutama di Desa Bencah Kelubi, Karya Indah dan sekitarnya, " ujar Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, M Mahfud, Jumat, (23/1/2020).

GPS Collar ini masing-masing dipasangkan satu buah untuk satu kelompok gajah. Selain tim BKSDA, pemasangan GPS juga dibantu oleh KPH Tahura Minas, YTNTN, Drh. Anhar dari Forum Konservasi Leuser dan volunteer.

"Nantinya, jika gajah terpantau mendekati pemukiman, maka personil BBKSDA Riau dibantu tim pencegahan dan penanggulangan konflik satwa liar ditingkat masyarakat yang telah kita bentuk akan menggiringnya menjauh dan kembali kehutan," jelasnya.

Ia juga mengatakan, GPS Collar juga akan dipasangkan kepada kelompok gajah lain di Provinsi Riau.***

Kategori:Lingkungan, Riau
wwwwww