Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
24 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
24 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
3
Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak
Kemenpora
24 jam yang lalu
Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak
4
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
7 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
8 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Home  /  Berita  /  Badminton

Perkuat Pertahanan Negara, Presiden: Yang Pertama Teknologi Automatisasi

Perkuat Pertahanan Negara, Presiden: Yang Pertama Teknologi Automatisasi
Dok. PAB
Kamis, 23 Januari 2020 15:20 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Presiden Jokowi meminta penguatan teknologi pertahanan menjadi prioritas dan dikalkulasi secara cermat.

"Yang pertama teknologi automatisasi yang akan disertai pengembangan sistem senjata yang otonom. Sekali lagi, teknologi automatisasi yang akan disertai sistem pengembangan senjata yang otonom. Ke depan perkembangan dengan sangat pesat," kata Presiden dalam rapat pimpinan Kemhan-TNI-Polri di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

Presiden, juga menyinggung, teknologi drone (pesawat nir awak) yang dipersenjatai hingga bisa mengejar tank, kendaraan militer, dan menghabisi dari jarak dekat maupun jarak jarak tertentu dengan tepat sasaran. Katanya, "Saya lihat peristiwa dalam 2 minggu, 3 minggu kemarin,".

Pembahasan terkait alutsista antara Presiden dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto juga sudah dilakukan. Presiden meminta adanya perencanaan kebijakan alusista yang tepat.

"Apakah pembelian ini berguna untuk 20, 30, 50 tahun yang akan datang? Harus dihitung, harus dikalkulasi secara detail," tandas Presiden.***

wwwwww