Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
2
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
22 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
3
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
7 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
6
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
12 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Home  /  Berita  /  Badminton

PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Selamatkan 80 Mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan

PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Selamatkan 80 Mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan
Senin, 27 Januari 2020 13:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti. Pemerintah Indonesia diminta melakukan langkah-langkah taktis dan strategis untuk menyelamatkan Warga Negara Indonesia (WNI) termasuk pelajar dan mahasiswa yang masih berada di Kota Wuhan, China.

Hal itu seiring mewabahnya virus Corona dan isolasi yang dilakukan pemerintah setempat terhadap kota tersebut.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin (27/1).

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak Pemerintah Indonesia segera melakukan langkah-langkah preventif dan perlindungan bagi warga negara dan masyarakat termasuk mahasiswa Indonesia yang sekarang masih berada di China," kata Abdul Muti.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di China, lanjut Muti, saat ini tercatat masih ada 80 mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan.

Para mahasiswa yang berada di asrama tidak boleh beraktivitas di kampus dan tempat-tempat lainnya, untuk mencegah penularan virus mematikan itu.

"Karena itu, demi keselamatan dan melindungi WNI, Muhammadiyah mengharapkan agar Pemerintah Indonesia dapat memulangkan para mahasiswa untuk sementara. Hal ini sangat penting dan mendesak karena penyebaran virus ini sangat cepat dan berbahaya," demikian Muti.***

wwwwww