Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
2
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
22 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
3
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
7 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
8 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
6
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
11 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Home  /  Berita  /  Badminton

Kata Puan Maharani, Masyarakat Indonesia Tak Perlu Panik dengan Virus Corona

Kata Puan Maharani, Masyarakat Indonesia Tak Perlu Panik dengan Virus Corona
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Istimewa)
Senin, 27 Januari 2020 13:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani meminta masyarakat tidak panik dan tetap ikuti prosedur pencegahan dan penanganan virus corona.

Puan juga meminta Kementerian Kesehatan perlu membuat pernyataan tentang data sebenarnya tentang virus corona. "Ini sekaligus memberi keyakinan dengan menunjukkan pada masyarakat bahwa pemerintah bekerja untuk mencegah masuknya virus corona," ujar Puan, Senin (27/1/2020) di Jakarta.

Puan juga meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan, tidak bertindak biasa terhadap isu virus asal dari Wuhan, China ini. "Upaya pencegahan harus dimaksimalkan, termasuk memastikan persiapan maksimal alat dan tenaga medis yang ada," tegasnya.

Kementerian Kesehatan bersama instansi terkait kata Puan, juga perlu menjelaskan protokol-protokol pencegahan virus corona masuk ke wilayah RI serta penanggulangannya bila virus itu sudah masuk.

Pemerintah juga harus segera menyusun dan mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan dan penanganan virus corona ke pemda-pemda sesuai protokol pencegahan dan penanganan nasional.

"Ini mengingat banyaknya warga atau turis dari negara-negara yang sudah mengidentifikasi kasus virus corona, yang masuk ke daerah-daerah," ujarnya lagi.

Menurut Puan, protokol pencegahan termasuk ditinjau apakah perlu ada larangan bagi orang yang baru mengunjungi China agar dilarang masuk wilayah RI untuk sementara.***

wwwwww