Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
13 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
16 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

'Apa yang Sesungguhnya Terjadi di PTIK?'

Apa yang Sesungguhnya Terjadi di PTIK?
Harun Masiku. (Foto: Facebook)
Sabtu, 01 Februari 2020 17:10 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi PAN, Sarifuddin Sudding, meminta penjelasan langsung pada Kapolri Jenderal Idham Azis ihwal dugaan menghambat proses hukum terhadap politikus PDIP Harun Masiku.

"Jadi beberapa pemberitaan yang muncul seakan kejadian itu ada upaya, ada kesan dan ini juga menyangkut masalah institusi kepolisian dianggap menghalangi proses atau langkah hukum yang dilakukan aparat penegak hukum (KPK) di sana. Apa yang sesungguhnya terjadi di PTIK? Sampai ada berita bahwa penyelidik KPK itu diinterogasi dan itu dilakukan pemeriksaan urine dan sebagainya," tanya Sudding kepada Idham dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR RI dengan jajaran Polri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020) lalu.

Menjawab Sudding, Kapolri Idham menjelaskan situasi PTIK memang dalam posisi steril sejak sebelum kejadian. Pasalnya, lajut Idham, jajaran Polri melakukan persiapan untuk kegiatan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. Pengakuan Idham, Ma'ruf akan melaksanakan kegiatan olahraga di PTIK.

"Kebetulan kami kena giliran di PTIK, sesuai Protap Waskita, sejak malam di-clear-kan di sana. Kalau terus ketemu misalnya beberapa penyelidik KPK, Polri tidak tahu apa proses yang ada di dalam," jawab Idham.

Seperti diketahui, eks Caleg PDIP Harun Masiku dan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, kini telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan rasuah. Wahyu ditahan, sementara Harun masih buron.

Harun lolos dari rangkaian operasi tangkap tangan pada 8-9 Januari 2020, lalu.

Seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 11 Januari 2020, bertajuk 'Di Bawah Lindungan Tirtayasa', penyidik KPK sebenarnya sudah memantau pergerakan Harun Masiku sejak Rabu, 8/1/2020 malam. Beberapa jam sebelumnya, KPK mencokok Wahyu ketika bekas komisioner KPU ini akan terbang ke Belitung.

Malam itu, Harun membonceng sepeda motor yang dikendarai salah seorang penjaga kantor DPP PDIP. Menembus gerimis malam itu, keduanya bergerak ke arah Blok M dan tiba di kompleks PTIK di Jalan Tirtayasa Raya Nomor 6 sekitar pukul 20.00. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto diduga sudah berada di sana.

Sambil memantau Harun dan Hasto, penyidik KPK memutuskan salat isya di Masjid Daarul 'Ilmi yang berada di PTIK. Yang terjadi kemudian, sejumlah polisi malah 'menangkap' penyidik KPK ini.

“Tim penyelidik kami sempat dicegah oleh petugas PTIK dan kemudian dicari identitasnya. Penyelidik kami hendak salat,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri, Kamis (9/1/2020).

Para polisi ini bahkan sempat memaksa penyidik KPK membuka ponsel mereka yang sudah dikunci dengan password. Selain itu, polisi sampai memeriksa urin para penyidik.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, "Saya sejak kemarin mempersiapkan seluruh penyelenggaraan Rakernas ini," kata Hasto di arena Rakernas I PDIP, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Beladiri, Badminton
wwwwww