Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Ratusan Ton Ikan di Danau Maninjau Mendadak Mati, Diduga karena Tubo Belerang

Ratusan Ton Ikan di Danau Maninjau Mendadak Mati, Diduga karena Tubo Belerang
Ikan-ikan yang mati di Danau Maninjau. (foto: istimewa/covesia.com)
Rabu, 05 Februari 2020 22:33 WIB
MANINJAU- Ratusan ton ikan di Danau Maninjau milik petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Jorong Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (5/2/2020) mati mendadak. Hal itu dipicu karena naiknya tubo belerang dari dasar ke permukaan danau.
 

Dikutip dari Covesia.com, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi mengatakan, matinya ikan-ikan tersebut sudah terjadi sejak 3 hari, terakhir namun puncak terbanyaknya hari Rabu ini.

"Dari kemarin memang sudah ada ikan yang mati dalam jumlah besar, namun hari ini lebih banyak lagi. Jika dijumlahkan sudah ratusan ton," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Rabu (5/4/2020).

Untuk lokasi kematian ikan terbanyak terjadi di Nagari Duo Koto. Juga tidak tertutup kemungkinan akan terjadi di nagari-nagari lain di selingkaran Danau Maninjau.

"Tubo belerang ini naik dari permukaan dipicu angin kencang dari arah Timur ke arah Barat. Masyarakat di Danau Maninjau biasa menyebutnya dengan angin darek, angin ini menghembus permukaan danau sehingga riak air danau menjadi kuat dan menggoyang lumpur yang mengendap," terangnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya mengimbau kepada para petani untuk segera memanen atau memindahkan ikan-ikan ke kolam, hal itu untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah ikan yang mati.

"Kita sudah bekerjasama dengan pemerintah nagari dan instansi terkait, saat ini masih melakukan pendataan sembari memberikan himbauan kepada masyarakat," tutupnya. (han/don)

Editor:arie rh
Sumber:covesia.com
Kategori:Sumatera Barat, Olympic, Badminton
wwwwww