Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
23 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
23 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
23 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
23 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
4 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Home  /  Berita  /  Badminton

Ingin Tunjukkan Demokrasi, Drajat Tetap Maju Pemilihan Ketum PAN

Ingin Tunjukkan Demokrasi, Drajat Tetap Maju Pemilihan Ketum PAN
Selasa, 11 Februari 2020 17:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
KENDARI - Usai Asman Abnur menyatakan mundur, kader PAN yang memiliki hak suara, secara otomatis hanya punya tiga calon Ketua Umum PAN di Kongres V PAN 2020.

Saat ini, proses pemilihan ketua umum PAN 2020-2025 tengah berlangsung di ruang utama lantai dua Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/2/2020).

Tiga calon, itu yakni Drajat Wibowo, Zulkifli Hasan, dan Mulfachri Harahap, yang sedang bertarung memperebutkan suara dari voters.

Saat dikonfirmasi, Drajat menyatakan, saat ini pencoblosan tengah berlangsung untuk memilih. "Ini sekarang sedang berlangsung. Calonnya tiga, Pak Zul, Mufachri dan saya. Yang  mundur Pak Asman. Alasannya, saya tidak tahu. Tanya Pak Asman," kata Drajat di lantai satu Hotel Claro, Kendari.

Menurut Drajat, pemilihan dilakukan sekaligus atau satu kali saja. Siapa calon ketum peraih suara terbanyak akan langsung menjadi pemenang. "Ini (pemilihan) langsung, sekaligus. Siapa (peraih) suara terbanyak, langsung (ditetapkan sebagai pemenang)," ujar Drajat.

Drajat menegaskan, dirinya memutuskan untuk tetap maju guna menunjukkan demokrasi di PAN. "Ya kan  untuk demokrasi di PAN. Untuk tunjukkan bahwa demokrasi itu bisa lebih bagus," kata mantan anggota Komisi I DPR itu. ***

wwwwww