Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
22 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
16 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Mabuk Tuak, Sekali Pukul Temannya Langsung Tewas, Effendy Terancam 7 Tahun Bui

Mabuk Tuak, Sekali Pukul Temannya Langsung Tewas, Effendy Terancam 7 Tahun Bui
Ilustrasi.
Selasa, 18 Februari 2020 19:59 WIB
SIANTAR - Polisi telah menangkap tersangka Muhammad Efendy Hasibuan (25) yang membunuh Syahdan Kesumadi (38).

Polisi menangkap tersangka Efendy dari rumahnya di Jalan Lokomotif Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara. Dari lokasi penangkapan, polisi menyita barang bukti satu unit sepeda motor, sendal, kaus koyak yang dipakai saat melakukan pemukulan.

Kanit Jatanras Polres Siantar Ipda Wilson Panjaitan mengatakan tersangka tidak mengetahui bahwa korban meninggal dunia.

Berdasarkan penuturan tersangka, korban hanya pingsan setelah mendapatkan pukulan di bagian wajah. "Jadi, pelaku menyangka korban hanya pingsan sehingga ditinggalkan oleh tersangka," ujarnya, Selasa (18/2/2020).

Ipda Wilson menjelaskan tersangka menghabisi nyawa rekannya hanya dengan satu kali pukulan di bagian wajah. Tersangka memukul korban dengan bagian siku tangan. Korban langsung tersungkur jatuh.

Kata Ipda Wilson saat itu tersangka bersama dengan dua temannya termasuk korban minum di warung di Jalan Bandung Kelurahan Dwikora Kecamatan Siantar Barat pada Minggu (16/2/2020) malam.

Setelah minum tuak, tersangka mengajak korban dan temannya untuk pulang. Namun, korban menolak. Tak cuma itu, korban yang marah diajak pulang kemudian menarik baju tersangka.

Sehingga, perdebatan panas antara keduanya mulai terjadi. "Mereka itu berteman, pergi minum di kedai tuak. Lantaran sudah larut malam, tersangka mengajak pulang. Korban menolak dibawa pulang. Jadi, sempatlah mereka berdebat. Bahkan korban menarik baju yang dipakai tersangka. Tersangka tersinggung, lalu memukul wajah korban pakai sikut tangannya yang membuat korban jatuh tersungkur," ujarnya.

Ipda Wilson mengatakan tersangka sudah dikenakan pasal 351 ayat 3 Pasal 338 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Ancama pidananya tujuh tahun penjara.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Tribunmedan
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Sumatera Utara
wwwwww