Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
MPR RI
20 jam yang lalu
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
2
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
MPR RI
20 jam yang lalu
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
3
Kebijakan Penanganan Covid-19 di Daerah harus Paralel dengan Pemerintah Pusat
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Kebijakan Penanganan Covid-19 di Daerah harus Paralel dengan Pemerintah Pusat
4
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
11 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
5
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
13 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
6
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
11 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Home  /  Berita  /  Sulawesi Selatan

Sambangi Sulsel, BAP DPD RI: 4,2 Persen Warga Nyaman dengan Jasa Perantara

Sambangi Sulsel, BAP DPD RI: 4,2 Persen Warga Nyaman dengan Jasa Perantara
Kamis, 20 Februari 2020 16:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MAKASSAR - BAP DPD RI melakukan Rapat Kerja dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan jajarannya dg mengundang Unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah, Akademisi, LSM dan unsur media.

Kunjungan kerja yg dilaksanakan paa tanggal 20 s.d. 22 Feb 2020 ini dilaksanakan dalam rangka mendorong akuntabilitas publik pemerintahan daerah dan pengumpulan data terkait pengaduan masyarakat.

Menurut data yg kami peroleh, Ombudsman RI melakukan penelitian di 10 kota di Indonesia, salah satunya di Sulawesi Selatan.

Survey Indeks Persepsi Maladministrasi menunjukkan bahwa tingkat pelayanan publik di Sulawesi selatan sudah menunjukkan progress signifikan.

Tetapi terdapat temuan yang cukup menarik, dimana 4.2 persen masyarakat yang masih nyaman menggunakan jasa perantara dalam pelayanan publik. Pengetahuan masyarakat terkait kasus maladministrasi di Sulawesi Selatan juga masih sangat rendah. Jadi masyarakat seringkali, tidak tahu bahwa ada sesuatu yang salah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.

Hal penting lainnya. Ombudsman Sulawesi Selatan juga menemukan jumlah pengaduan yang sangat signifikan dari masyarakat terhadap kasus tanah di Sulawesi Selatan. Masalah yang diprotes oleh mahasiswa HMI, sebenarnya berawal dari proses inventarisasi asset pemerintah yang tidak baik.

Adanya pengaduan masyarakat terkait lambatnya penanganan kasus korupsi juga menunjukkan bahwa sistem, prosedur, dan mekanisme pengaduan keluhan masyarakat di daerah masih belum terkelola dengan baik. Hal ini tentu menimbulkan ketidakpastian hukum serta kegelisahan ditengah masyarakat.

Hal ini sejalan dengan tugas dan fungsi BAP yg salah satu tugasnya adalah menampung dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat yg berkaitan dengan kepetingan daerah yg meliputi masalah korupsi dan maladministrasi.


wwwwww