Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
22 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
14 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
15 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
15 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
20 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

RUU Ketahanan Keluarga, PAN Sebut Terinspirasi Kisah Bang Toyib

RUU Ketahanan Keluarga, PAN Sebut Terinspirasi Kisah Bang Toyib
Kamis, 20 Februari 2020 12:46 WIB
JAKARTA - Salah seorang perumus Rancangan Undang-undang atau RUU Ketahanan Keluarga dari Fraksi PAN, DPR Ali Taher Parasong, menyebut kisah Bang Toyib yang populer lewat lagu dangdut sebagai salah satu contoh alasan perumusan RUU tersebut.

Ali mengatakan saat ini kondisi kehidupan perkawinan di Indonesia perlu perhatian. Sebab banyak terjadi ketidakharmonisan keluarga yang berujung pada kasus perceraian.

"Sekarang suami meninggal, dia meninggalkan anak, meninggalkan istri yang tidak bekerja atau meninggalkan beban tanggung jawab sosial dia kepada istri, tanggung jawab siapa? Banyak loh. Bayangkan suami meninggalkan begitu saja tidak pulang-pulang, Bang Toyib," kata Ali saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/2).

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN itu memaparkan angka perceraian per kota/kabupaten 300 kasus per bulan. Dia juga menyebut total angka perceraian di Indonesia mencapai ratusan ribu per tahun.

Ali bilang ada berbagai penyebab tingkat perceraian yang tinggi di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah masalah kesulitan ekonomi dan perselingkuhan. Anggota Komisi VII DPR RI ini mengatakan Negara harus hadir menengahi fenomena itu. Oleh karena itu ia dan empat orang lainnya menggagas RUU Ketahanan Keluarga sebagai sebuah solusi.

"Akibat perceraian itu menimbulkan persoalan hak asuh anak. Kemudian masa depan anak, masa depan keluarga, dan ini memerlukan perhatian," ujarnya.

Sebelumnya, RUU Ketahanan Keluarga menjadi sorotan usai draf aturan tersebut tersebar di media sosial. RUU ini dikritik karena terlampau memasuki ranah privat, seperti mengatur tugas suami istri hingga melarang aktivitas seks.

RUU Ketahanan Keluarga diajukan oleh Netty Prasetiyani dan Ledia Hanifa dari Fraksi PKS, Endang Maria Astuti dari Fraksi Partai Golkar, Sodik Mudjahid dari Fraksi Partai Gerindra, serta Ali Taher dari Fraksi PAN. RUU Ketahanan Keluarga menjadi satu di antara 50 RUU dalam Prolegnas Prioritas 2020.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Badminton, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww