Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Penduduk Indonesia Dirilis Berjumlah 271.349.889 Jiwa, 17.463 Diantaranya Berusia 100-115 Tahun
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Penduduk Indonesia Dirilis Berjumlah 271.349.889 Jiwa, 17.463 Diantaranya Berusia 100-115 Tahun
2
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
3
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
4 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
4
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
Peristiwa
22 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
5
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
Peristiwa
21 jam yang lalu
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
6
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
10 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jelang Pilkada 2020, DPR Minta Dewa Cepat Belajar

Jelang Pilkada 2020, DPR Minta Dewa Cepat Belajar
Ketua DPR RI, Puan Maharani usai gelaran Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020). (Foto: Zul/GoNews.co)
Kamis, 27 Februari 2020 18:08 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta I Dewa Kade Witarsa Raka Sandi yang baru saja dipilih sebagai Komisioner KPU RI bisa segera bekerja secara profesional. Pemilihan Umum Kepala Daerah 2020, sudah di depan mata.

"Tidak bisa lama belajar karena harus segera mengikuti proses yang ada di KPU, karena sebentar lagi akan menuju Pilkada 2020," kata Puan usai gelaran Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Dewa, baru saja dipilih sebagai Komisioner KPU dalam Rapat Paripurna tersebut. Ia menggantikan Wahyu Setiawan yang mendurkan diri dan tengah terjerat kasus korupsi di KPK.

Terkait profesionalitas kinerja sebagai Komisioner KPU, beredar wacana agar ada pengaturan yang membatasi kedekatan Komisioner KPU dengan partai politik.

Menurut Puan, profesionalitas tak lepas dari integritas individu Komisioner KPU itu sendiri. Jadi, kata Puan, "kalau diatur oleh aturan, tidak mungkin, karena kita sebagai manusia harus berinteraksi,".***

wwwwww