Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
5
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
6
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
23 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Jelang Pilkada 2020, DPR Minta Dewa Cepat Belajar

Jelang Pilkada 2020, DPR Minta Dewa Cepat Belajar
Ketua DPR RI, Puan Maharani usai gelaran Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020). (Foto: Zul/GoNews.co)
Kamis, 27 Februari 2020 18:08 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta I Dewa Kade Witarsa Raka Sandi yang baru saja dipilih sebagai Komisioner KPU RI bisa segera bekerja secara profesional. Pemilihan Umum Kepala Daerah 2020, sudah di depan mata.

"Tidak bisa lama belajar karena harus segera mengikuti proses yang ada di KPU, karena sebentar lagi akan menuju Pilkada 2020," kata Puan usai gelaran Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Dewa, baru saja dipilih sebagai Komisioner KPU dalam Rapat Paripurna tersebut. Ia menggantikan Wahyu Setiawan yang mendurkan diri dan tengah terjerat kasus korupsi di KPK.

Terkait profesionalitas kinerja sebagai Komisioner KPU, beredar wacana agar ada pengaturan yang membatasi kedekatan Komisioner KPU dengan partai politik.

Menurut Puan, profesionalitas tak lepas dari integritas individu Komisioner KPU itu sendiri. Jadi, kata Puan, "kalau diatur oleh aturan, tidak mungkin, karena kita sebagai manusia harus berinteraksi,".***

wwwwww