Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
18 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
21 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
14 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
4
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
24 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
5
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Peristiwa
22 jam yang lalu
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
22 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Masyarakat dan Demokrat Kembali Ingatkan Pembongkaran Kasus Jiwasraya

Masyarakat dan Demokrat Kembali Ingatkan Pembongkaran Kasus Jiwasraya
Ilustrasi: Zul/GoNews.co
Kamis, 05 Maret 2020 18:34 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Perhatian terhadap kasus mega skandal Jiwasraya dinilai tertupi oleh berbagai isu hukum, termasuk soal penyebaran wabah virus Corona.

Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju, Din Syamsudin dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

"Karena ini kasus mega skandal, baik dari sisi jumlah, substansi, dan pengkhianatan terhadap uang rakyat, maka kami akan memperjuangkannya, mendesak ya agar dibuka seterang-terangnya," kata Din Syamsudin.

Din Syamsudin, juga mendesak DPR untuk segera membentuk Pansus Jiwasraya untuk mengungkap kasus Jiwasraya hingga ke akar-akarnya.

Di tempat berbeda, anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, juga menyinggung soal pengungkapan kasus Jiwasraya.

"Karena saya juga termasuk yang mengusulkan Pansus Jiwasraya itu," kata Herman di Kompleks DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Suara Herman yang merupakan anggota fraksi Partai Demokrat di DPR, juga senada dengan suara anggota fraksi demokrat lainnya.

Beberapa waktu lalu, saat gelaran Rapat Paripurna DPR RI, beberapa legislator dari Demokrat mempertanyakan kepada pimpinan Rapur, ihwal tak dibacakannya usulan pembentukan Pansus Jiwasraya di ruang sidang. Pimpinan Rapat Paripurna dinilai menyelisihi aturan.

Suara 'paling keras' kala itu, keluar dari politisi senior Partai Demokrat, Benny K. Harman. Benny mengingatkan jajaran pimpinan Rapat Paripurna Legislatif, agar tak bersikap seperti "kantor perwakilan eksekutif".

Kemarin, Rabu (4/3/2020), Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah mengungkapkan, "makin mengerucut dan kami yakini bahwa memang Jiwasraya sudah direncanakan untuk dibobol,".***


wwwwww