Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
7 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
8 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
5 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
8 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
5
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
8 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
7 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Tokoh Agama Diminta Ikut Tenangkan Warga Terkait Virus Corona

Tokoh Agama Diminta Ikut Tenangkan Warga Terkait Virus Corona
Kamis, 05 Maret 2020 12:37 WIB
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada pimpinan ormas keagamaan dan tokoh agama untuk ikut aktif membantu memberikan ketenangan kepada masyarakat terkait wabah virus Corona.

Hal ini disampaikan Wakil Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi.

Dikatakan Zainut, para pimpinan ormas keagamaan dan tokoh agama bisa melakukannya dengan cara menyampaikan pesan-pesan yang mendidik, mencerahkan dan dapat menenangkan kondisi masyarakat.

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk menghindari menyampaikan pesan yang dapat menimbulkan kontroversi, membingungkan, dan membuat kepanikan di masyarakat.

"Dalam menghadapi situasi seperti ini, dibutuhkan adanya kerja sama semua pihak untuk bisa memberikan solusi bukan menghakimi dan saling menyalahkan," katanya.

Zainut menambahkan, peranan tokoh agama sangat penting karena sebagai panutan, sehingga setiap ucapannya akan menjadi rujukan dan diikuti oleh pengikutnya. Untuk hal tersebut harus hati-hati, bijaksana dan mempertimbangkan banyak hal.

"Tokoh agama harus dapat memerankan diri sebagai pembimbing dan pelindung umat, agar umat merasa tenang dan memiliki optimisme dalam menghadapi masalahnya," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww