Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
24 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
4
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
7 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Badminton

Fadel Muhammad: Perlu Melibatkan DPD RI Dalam Urusan Transfer Dana ke Daerah

Fadel Muhammad: Perlu Melibatkan DPD RI Dalam Urusan Transfer Dana ke Daerah
Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad. (Foto: MPR RI)
Kamis, 12 Maret 2020 17:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengatakan, MPR telah melakukan silaturahmi kebangsaan ke berbagai organisasi keagamaan, partai politik, pimpinan media massa, serta kelompok masyarakat lainnya.

Silaturahmi tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait wacana MPR melakukan amandemen terbatas 

Diakui Fadel, saat bertemu dengan pimpinan organisasi keagamaan, partai politik, media massa, dan kelompok masyarakat lainnya, aspirasi sangat beragam. Ada yang mengusulkan pemilihan Presiden dikembalikan ke MPR, penambahan masa periode jabatan Presiden, keinginan untuk menghidupkan kembali Utusan Golongan di MPR, memperkuat DPD, dan lain sebagainya.

"Semua keinginan itu dimasukkan dalam UUD," ungkap Fadel usai menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Upaya Memperkuat Sistem Perwakilan Politik Bikameral’, di Gedung Widya Chandra, LIPI, Jakarta, Kamis (12/3).

Fadel menyebut, tentu semua keinginan itu sulit dimasukkan. Sebab, fokus amandemen UUD hanya sebatas pada wacana menghidupkan kembali pokok-pokok haluan negara. 

Untuk itu, bila ingin memperkuat DPD, Fadel mengusulkan dengan cara mengubah kebijakan mengenai dana transfer ke daerah. "Dalam undang-undang terkait transfer dana ke daerah, DPD perlu diberi kewenangan dalam undang-undang itu," ujar mantan Gubernur Gorontalo itu. 

Dari sinilah, menurut Fadel, membuat DPD mempunyai kewenangan ke daerah. Dalam undang-undang terkait transfer dana ke daerah, DPD ikut mengevaluasi dan mengukur kinerja pemerintah daerah selanjutnya dari sini ikut menentukan berapa dana yang perlu ditransfer ke daerah.

Dalam sistem politik bikameral, pilihannya tinggal memperkuat atau menghapuskan. "Atau malah membuat sistem trikameral," ujarnya. 

Sistem trikameral ini kemungkinan bisa diterapkan sebab selama pimpinan MPR melakukan serap aspirasi ke berbagai kelompok masyarakat ada usulan untuk menghidupkan kembali Utusan Golongan. Utusan yang berasal dari perwakilan agama, suku, dan kelompok lainnya menjadi anggota MPR. "Seperti pada masa sebelum UUD diamandemen," ungkapnya.

Dalam FGD yang juga diikuti anggota DPD, DPR, pengamat politik, dan pengamat hukum tata negara itu, Fadel mengharap masyarakat ikut memberi masukan. Apa yang dilakukan LIPI itu juga merupakan bagian dari tugas MPR dalam rangka wacana amandemen UUD.***

wwwwww