Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
15 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
9 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
10 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
15 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
9 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Cegah Wabah Corona, Sekjen DPR Terbitkan Surat Imbauan Pegawai Kerja dari Rumah

Cegah Wabah Corona, Sekjen DPR Terbitkan Surat Imbauan Pegawai Kerja dari Rumah
Senin, 16 Maret 2020 12:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Untuk antisipasi penyebaran virus korona yang semakin meluas, Pihak Kesetjenan DPR mengeluarkan surat imbauan kepada pegawainya untuk sementara waktu bekerja dari rumah.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar melalui surat edaran yang diterima wartawan pada Senin (16/3/2020).

Indra mengatakan, Kebijakan ini mulai berlaku pada Senin (16/3) sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Dalam surat edarannya pegawai yang diperkenankan melakukam WFH adalah karyawan yang berusia di atas 50 tahun dan karyawan yang tengah sakit. "Sementara karyawan yang domisilinya jauh dan harus menggunakan transportasi umum, masih dalam pertimbangan untuk kemungkinan WFH," ujar Indra Iskandar.

Pegawai yang bekerja dari rumah juga, diimbau Indra agar tidak meninggalkan kediamannya masing-masing. "Bagi pegawai yang berdinas secara WFH diimbau untuk tidak meninggalkan rumah apabila tidak ada keperluan yang dirasa penting," jelasnya.

Sementara itu bagi pejabat eselon I, II, II yang memiliki kuasa terhadap unit kerjanya masing-masing tetap diwajibkan masuk ke kantor. Sama halnya dengan karyawan pelaksanaan pekerjaan teknis bidang anggaran diharapkan tetap masuk. "Kendati begitu, mereka tetap diperkenankan WFH atas perintah dan persetujuan pimpinan unit kerja," paparnya.

Kemudian, karyawan yang pekerjaannya bersifat teknis di lapangan untuk sementara waktu bisa standby di rumah masing-masing.

"Ketika ada perintah panggilan, mereka harus segera menuju ke kantor. Mekanisme penjadwalan WFH untuk karyawan di setiap unit juga diperbolehkan," ungkapnya.

"Bagi pegawai dalam satu unit kerja dapat bekerja di rumah secara bergantian yang pembagiannya menjadi kewenangan pimpinan unit kerja," tandasnya.

Selain bekerja dalam rumah, DPR juga untuk sementara tidak memberlakukan absen melalui sistem sidik jari atau finger print. Hal ini untuk meminimalisir penularan risiko Virus Korona. "Untuk mengurangi risiko penyebaran melalui sentuhan fisik maka penggunaan mesin absensi sidik jari (finger print) dibekukan sementara waktu dan digantikan dengan absensi secara manual, dengan menandatangani daftar hadir di unit kerja masing-masing. Kebijakan ini dilakukan hingga pemberitahuan selanjutnya," bebernya.

Selain itu mulai dari 16-20 Maret, Kesetjenan DPR melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah Kompleks Parlemen. Sehingga tidak ada penyebaran virus melalui benda-benda di sekitar.

"Tentu untuk membatasi adanya virus-virus yang mungkin melekat pada benda-benda dan udara di sekitar tempat tertentu,".***

wwwwww