Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
10 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
9 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Sulawesi Tenggara

Sempat Bakar Ban Bekas, Massa Tolak TKA China Nyaris Adu Jotos dengan Polisi

Sempat Bakar Ban Bekas, Massa Tolak TKA China Nyaris Adu Jotos dengan Polisi
Rabu, 18 Maret 2020 12:52 WIB
KENDARI - Meski ada imbauan untuk menghindari dari kerumunan massa untuk menghindari penyebaran covid-19 dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, namun Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) tetap menggelar unjuk rasa terkait penolakan kedatangan TKA di Sulawesi Tenggara demi menghindari penyebaran covid19, Rabu (18/3/2020).

Sempat terjadi adu jotos antara pengunjuk rasa dan pihak kepolisian Akibat berebut ban bekas yang akan dibakar oleh pengunjuk rasa, namun kejadian tersebut tidak berlangsung lama karena dilerai oleh pihak kepolisin yang lain.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan pengunjuk rasa, Laode Tando Wuna meminta kepada pihak imigrasi untuk segera memulangkan TKA asal Tiongkok yang berjumlah 49 yang tiba tanggal 15 Maret lalu.

Pengunjuk rasa menggangap, lolosnya TKA masuk di Sulawesi Tenggara yang akan bekerja di Virtu Dragon Nikel Indonesia (VDNI) adalah kelalaian pihak Imigrasi Kelas 1 A Kendari.

"Pihak Imigrasi harus bertanggungjawab atas masuknya 49 TKA asal Tiongkok," teriak Tando Wuna

Selain itu para pengunjuk rasa menganggap kedatangan para TKA ini dikhwatirkan akan membawa virus corona, sebab para TKA berasa dari China tempat awalnya virus conona mewabah.***

Editor:Musalikhin Effendy
Sumber:Telisik.com
Kategori:PON, Olympic, Beladiri, Voli, Sulawesi Tenggara
wwwwww