Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
23 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Johni Asodoma Mundur Sebagai Konsekuensi Kegagalan Dipuji Carol Renwarin

Johni Asodoma Mundur Sebagai Konsekuensi Kegagalan Dipuji Carol Renwarin
Jum'at, 20 Maret 2020 18:48 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sifat ksatria Brigjen Pol Johni Asadoma yang ingin mundur sebagai Ketua Umum PB Pertina jika petinju Indonesia gagal lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 dapat pujian dari mantan pelatih tinju nasional, Carol Renwarin.

"Saya memuji sifat ksatria Johni Asadoma sebagai mantan petinju nasional yang ingin mundur dari jabatan Ketua Umum PB Pertina jika memang tidak ada petinju Indonesia yang meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Dan, saya mendukung keinginannya itu," kata Carol Renwarin saat ditemui di Gedung KONI Pusat Jakarta, Rabu (18/3/2020). 

Carol Renwarin merupakan pelatih tinju lulusan terbaik yang mengantongi sertifikat Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA). Pria asal Papua ini merupakan pelatih Tinju Adriasus Taroreh dan Ilham Lahia saat menghadapi Olimpiade Seoul 1988. 

Pernyataan akan mundur dari Ketua Umum PB Pertina itu disampaikan Johni Asadoma pada acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kemenpora dan PB Pertina sehubungan bantuan dana pelatnas Olimpiade Tokyo di Media Centre Kemenpora Jakarta, Jumat (29/2/2020). 

"Kita sudah tiga kali pelaksanaan Olimpiade tanpa petinju. Makanya, saya akan mundur dari Ketua Umum PB Pertina jika memang tidak ada petinju yang lolos ke Olimpiade Tokyo," kata Johni yang juga Wakapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) di hadapan para wartawan yang menghadiri acara MoU tersebut. 

Prestasi olahraga tinju amatir Indonesia memang pernah bersinar dengan menempatkan tiga  petinju ke perempat finalis Olimpiade. Yakni, Ferry Moniaga (Kelas Layang) pada Olimpiade Munchen 1972, Albert Papilaya (Kelas Menengah) pada Olimpiade Barcelona 1992 dan La Paena Masara (Kelas Layang) pada Olimpiade Atlanta 2000. 

Sebanyak empat petinju Indonesia sudah mengikuti babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 untuk Asia-Oceania yang akan digelar di Amman, Yordania,  3-12 Maret 2020. Keempat petinju yang terdiri dari Mikhail Roberto Muskita (Menengah 75kg), Lucky Mira Agusto Hari (Bantam 57kg), Aldom Sugoro (Layang 52kg), dan Ratu Silpa Lau (Bulu 57kg putri) gagal meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. 

Kini, petinju Indonesia masih punya kesempatan untuk bisa lolos pada Kejuaraan Tinju Dunia  sekaligus babak kualifikasi Olimpiade yang akan digelar di Paris, Perancis Mei mendatang. Namun, Johni merasa peluang untuk bisa meloloskan petinuu cukup berat. 

"Persaingan di kejuaraan dunia itu sangat berat karena lawan yang dihadapi petinju dari penjuru dunia. Di sini kita juga akan menerjunkan Farrand Papendang (Kelas Welter Ringan) dan petinju peraih perunggu Asian Games 2018, Uswatun (kelas Ringan 60kg putri)." ungkapnya. 

Untuk pelatnas Olimpiade Tokyo 2020, PB Pertina mendapat bantuan dana senilai Rp 5,2 miliar dari permohonan semula Rp 7,3 miliar. Dana itu dialokasikan untuk biaya program pemusatan latihan hingga uji coba  ke luar negeri. ***

wwwwww