Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
15 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
2
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
15 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
15 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
15 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
5
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
15 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
14 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pekerja Harian Film Berharap Ada Relaksasi Izin Kegiatan Syuting

Pekerja Harian Film Berharap Ada Relaksasi Izin Kegiatan Syuting
Jum'at, 27 Maret 2020 20:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Asosiasi Management Produksi Film Indonesia (AMPFI) sangat mendukung keputusan pemerintah yang melarang kegiatan melibatkan massa dalam upaya memutus penyebaran virus Corona atau Covid 19. Namun, pemerintah diminta perlu memikirkan dampak larangan tersebut bagi pekerja film harian yang mengandalkan hidupnya dari  produksi film/sinetron.

"Mungkin untuk level pemain, sutradara dan chief departement memang tidak terlalu berpengaruh dengan terhentinya kegiatan syuting film atau sinetron. Tetapi, pemerintah kan juga harus memikirkan nasib para pekerja harian seperti kru dan pembantu umum yang menerima honor harian saat ada kegiatan syuting film atau sinetron," kata Sekretaris Umum AMPFI, Anas dalam siaran persnya yang disampaikan juru bicara Serikat buruh film harian indonesia ArhoemSky, Jumat (27/3/2020).

Untuk mengatasi persoalan itu, kata Anas, pemerintah perlu memberikan relaksasi izin kegiatan syuting film atau sinetron dengan berbagai cacatan yang harus dipenuhi agar terhindar dari virus Corona.

"Kami juga tidak mau mati konyol di tengah pendemi virus Corona yang melanda Indonesia. Kami tidak keberatan jika Ijin relaksasi itu dikeluarkan dengan catatan harus diikuti dengan protap soal keselamatan menghadapi virus corona atao Covid 19. Contohnya, wajib melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi syuting, menggunakan sanitizer dan tetap menjaga jarak antara kru dengan pemain serta menggunakan masker sepanjang syuting film atau sinetron. Dan, kami juga tidak keberatan selama kegiatan syuting diawasi pihak kepolisian," ujarnya. 

Anas juga mengungkapkan beberapa rumah produksi juga sudah mengeluh dengan adanya larangan tersebut. Bahkan salah satu PH besar khawatir dengan nasib 750 pekerja harian yang selama ini menggantungkan hidupnya dari kegiatan syuting film atau sinetron.

"Kalau dihitung 750 pekerja harian alam satu PH besar plus dengan keluarganya jumlahnya bisa mencapai 2.000 orang yang selama ini hdupnya tergantung dari kegiatan syuting film dan sinetron. Makanya, kami berharap pemerintah melalui kepolisian bisa memberikan relaksasi izin shooting" imbuhnya.

Sebagai Informasi sektor film merupakan satu-satunya profesi di indonesia yang tidak mempunyai ikatan kerja tetap alias freelancer dan satu-satunya profesi yang tidak mempunya Jaminan Hari Tua dan asuransi kesehatan.kalaupun ada itu adalah inisiatif pribadi masing-masing pekerja film atau sinetron. ***


wwwwww